Gunshot

2.3K 361 82
                                        

Happy reading, maaf typo

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Semua para tamu undangan menikmati pemusik yang bermain di atas panggung utama.

Membawakan lagu lawas dan lagu lagu terbaru, membuat suasana pesta menjadi sedikit tenang karena sebagian larut dalam nada nada dan nyanyian dari pemusik di atas panggung sana.

Tapi lain hal dengan Jennie, gadis itu termenung dengan isi kepala tentang rose.

Membuat Irene yang cukup lama memerhatikan Jennie tersenyum.

Irene memukul bahu Jennie dengan jari telunjuknya dua kali yang langsung mengalihkan perhatian Jennie.

"Ada apa? Kenapa kau melamun?" Tanya Irene mendekatkan tubuhnya sedikit pada jennie agar Jennie mendengar apa yang ia bilang.

Jennie hanya mengulas senyum dan menggeleng samar lalu menatap ke arah panggung utama yang di mana para pemusik telah selesai dan langsung di sahut tepukan tangan yang meriah dari para tamu undangan.

"Selanjutnya kita akan mendengar tuan Park jungwoo yang akan menyampaikan beberapa kata." Tukas Sungjae menatap jungwoo yang telah berdiri dan menaiki panggung.

Jungwoo sejenak menatap Sungjae yang mengangguk samar padanya.

"Khm! Selamat malam semuanya, aku Park jungwoo pemilik perusahaan
High park company. Aku merasa senang dengan kehadiran kalian malam ini untuk datang ke acara pesta perusahaanku yang telah ku bangun 23 tahun yang lalu. Terima kasih banyak." Tuturnya mendapat tepukan dari para undangan,

"Sebenarnya tidak banyak yang ingin aku sampaikan..."

Jungwoo membasahi bibir bawahnya sekilas dan tersenyum tipis, "perusahaan ini...aku bangun bersama mendiang istriku di bantu oleh mendiang anakku. Awalnya yang hanya kecil sekarang menjadi perusahaan yang cukup terkenal dan hampir di ketahui seluruh negara."

"Aku benar benar berterima kasih pada mereka yang luar biasa bisa mendampingiku pada waktunya dulu." Jungwoo menelan salivanya pelan merasa bahagia sekaligus sedih karena kehilangan kedua orang yang amat ia sayangi dan cintai.

"Aku benar benar menyayangi mereka berdua. Mereka adalah belahan hidupku, kehilangan mereka adalah hal yang paling buruk untukku tapi selama aku masih bisa hidup di dunia ini aku tak akan menyerah. Aku akan berjuang sampai maut menjemput."timpalnya panjang lebar yang membuat para tamu undangan yang mendengar merasa terharu.

Tak terkecuali Kyung-soo yang merasa bersalah karena dara tiada gara gara dirinya.

"Aku ingin menyampaikan sesuatu."

Jungwoo langsung menatap Kyung-soo dan tersenyum,

"Park kyungsoo adalah menantu kesayanganku. Aku mempercayainya untuk menjaga anakku walaupun kita tidak tahu jika anakku atau istrinya telah pergi meninggalkan dunia ini."

Kyungsoo tersenyum tipis dan merasakan lengannya di kait oleh soomin.

Tentang wanita itu, dia amat jengkel sekarang dengan jungwoo yang sama sekali tak ada membicarakannya.

Hanya dara! Sandara Park anaknya!

"Untuk itu aku menyiapkan sebuah hadiah untukmu!"Seketika semua para tamu undangan mengerutkan keningnya bingung mendengar nada bicara Jungwoo yang berubah dingin.

"Selamat malam, tuan dan nyonya!!"

Pandangan para tamu undangan langsung tertuju pada tangga yang menampakkan seorang inspektur polisi dan beberapa anggotanya.

Love In Melbourne✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang