Happy reading, maaf typo
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jennie melirik kesal rose di ujung sana yang sedang berbicara dengan seungHon, moobin, dan sungjae
Awalnya mereka tengah mengobrol lalu tak lama datang ketiga pria itu. Ingin berbicara dengan rose tanpa dirinya
Tentu jennie tolak tapi rose memaksanya dan bagaimana jennie yang keras kepala tetap menolak
Dan mungkin rose berterima kasih pada irene dan jisoo yang datang secara tiba tiba tadi
Menarik jennie agar mengikuti mereka ke kantin atas permintaan rose
Alhasil dengan keterpaksaan jennie pasrah di tarik irene dan jiso ke kantin rumah sakit yang tak jauh dari taman
"Ck! Memangnya apa yang di bicarakan mereka hingga aku tidak boleh mendengarnya!"protes jennie membuat irene dan jisoo menoleh pada kekasih rose itu
Mereka terkekeh melihat jennie yang terus mengumpat kecil
"Mungkin tentang surat warisan, seungHon dan rose meminta bantuan pada kedua namja itu yang katanya mantan mata mata dan murid seunghon"ungkap irene
"Lalu mereka sudah mendapatkannya?" tanya jiso bersuara
Irene membasahi bibir bawahnya dan melihat betapa seriusnya ke empat orang itu berbicara
"Mungkin sudah"jawab irene lalu memasukkan kembali makanan ke dalam mulutnya
Sret!!
Jiso dan irene menegakkan kepala mereka saat jennie berdiri
"Jennie, rose sudah—"
"Tidak! Kali ini tidak" sergah jennie pada jisoo lalu meninggalkan kedua gadis itu dan menghampiri rose dan yang lain
"Kita tak bisa melacak surat itu karena jaraknya terlalu jauh, rose-ssi"
"Benar, jarak di negara ini dengan seoul sangat jauh, jadi kami tak bisa melacak—"
"Rosie?"
Rose yang sibuk mendengarkan sungjae beralih menatap jennie
"Kenapa kau disini? aku sudah menyuruhmu untuk—"
"Kau butuh istirahat yang cukup, kita harus kembali ke kamarmu sekarang" potong jennie lalu menatap seungHon, moobin dan sungjae bergantian
"Tidak masalah kan? Aku harus membawa kekasihku kembali ke kamar rawatnya sekarang"ucap jennie dengan sedikit penekanan membuat ketiga pria itu langsung menjadi canggung pada jennie
"Y-ya sudah tidak apa apa, kita bisa membicarakan ini lagi nanti" ujar sungjae dan menatap rose
"Kami akan pulang dulu, semoga kau cepat sembuh rose"timpal sungjae dan rose mengangguk dengan senyum tipis
"Terima kasih sungjae-ssi, moobin-ssi. Karena kalian telah menjengukku"
Kedua namja itu membalas senyum rose dan mengangguk bersamaan
Setelah mengucapkan kata pamit, jennie langsung mendorong kursi roda rose meninggalkan ketiga namja itu
"Ada apa dengan kekasihnya itu?" Celetuk sungjae bertanya
"Mungkin dia cemburu"sahut moobin
"Cemburu? Akh ya itu mungkin benar. Secaranya kan aku tampan" ucap sungjae langsung di delik sinis oleh moobin
KAMU SEDANG MEMBACA
Love In Melbourne✔
FanfictionGXG • CHAENNIE #COMPLETED# 📍 Biyuyaa__ presents : Love In Melbourne • Bermula di negara Melbourne, Australia. jennie sedang liburan bersama jisoo ke negara itu, tanpa sengaja jennie bertemu seorang gadis dengan sepeda gunung berwarna putih yang ter...
