Snow In Melbourne

2.5K 337 7
                                        

Happy reading, maaf typo

Note : hanya sebagai pengisi backsoundnya 👆👆👆 karena ku rasa cocok(・∀・)
Mutar lagunya juga bebas mau di bagian mana
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
































































































Maapkeu aing(●´∀`●)





"Jadi kau benar benar pulang ke seoul?"

Jennie mendongak menatap rose yang sedang mengayuhkan sepedanya dengan kecepatan normal

Jennie mengeratkan pelukannya di pinggang rose, "hm"sahutnya berdehem mengisyaratkan kata 'ya'

Jennie tak berbohong perihal ia akan pulang ke seoul

Ayah dan ibunya kemarin benar benar memarahinya dan jisoo sampai mereka mendapatkan kesempatan untuk tetap bisa tinggal di melbourne beberapa hari

Tapi mendadak tadi sang ayah menelpon untuk mereka pulang

Dengan keterpaksaan jisoo dan jennie setuju untuk pulang besok

"Jadi malam ini bisa habiskan malammu denganku?" Tanya jennie

Rose menunduk sebentar menatap jennie yang duduk di depannya sekarang

Rose tersenyum dan mengangguk setelahnya, "tentu, apapun untukmu"

Jennie tambah tersenyum lalu menyandarkan kepalanya di perut rose

"Aku harap kau bisa menjaga dirimu baik baik disini"

"geogjeong hajima, Aku akan menjaga diriku baik baik, jennie-ah" ucap rose malah membuat jennie cemberut

"Ada irene eonnie, lisa, seulgi eonnie, dan seungHon. Aku akan baik baik saja apalagi sekarang telah ada moobin-ssi dan sungjae-ssi yang akan bekerja sama denganku"ucap rose

"Arraseo"

Ckit!!

Rose menarik rem sepedanya lalu menunduk menatap jennie yang sedang termenung

"Hey!"

Jennie mendongak kembali menatap rose yang terkekeh kecil

"Ada apa?" Tanya rose

Jennie menghela nafas dan sedikit berdiri mencium sekilas bibir rose, "ayo pergi" ucap jennie turun dari sepeda rose lalu berjalan

Rose membasahi bibir bawahnya dan turun, memilih mendorong sepedanya dengan kedua tangan

Berjalan pelan mengikuti jennie yang berada di depannya

"Oh?"

Jennie mendongak menatap salju yang turun, ia tak terpikiran jika salju akan turun malam ini. Menjulurkan kedua tangannya menampung salju yang mulai turun banyak

Rose tersenyum sendiri dan mendekati jennie

Men- standar kan sepedanya lalu berdiri di belakang jennie yang masih terkagum melihat salju yang berjatuhan

Rose membuka setengah mantelnya lalu memeluk jennie dari belakang. membungkus kekasihnya di dalam mantelnya

Menjatuhkan dagunya di bahu kanan gadis berpipi mandu itu

"Mungkin di seoul juga turun salju, seringlah menggunakan pakaian tebal" ucap rose

Jennie melirik rose lalu tersenyum dan mengangguk, "kau juga, tidak perlu sering menggunakan pakaian formal walaupun kau terlihat bagus dengan itu" ucap jennie lalu bersamaan tertawa kecil dengan rose

"Jennie"

"Hm"

"Kau tau, jika aku mencintaimu"

"hm"

"maaf soal tadi"

Jennie hanya tersenyum tipis dan mengangguk

"Tidak apa apa"

Setelah percakapan singkat itu, mereka hanya terdiam

Menatap kosong ke depan dengan isi kepala yang random

"tunggu aku sebentar lagi, aku akan secepatnya menyusulmu"ucap rose mengeratkan dekapannya pada jennie

Jennie memejamkan matanya dan kembali mengangguk, "aku akan menunggumu sampai kapanpun" ucap jennie mendalamkan tubuhnya ke mantel rose hingga terlihat ia sedikit kecil dari pada rose

"Apa sebegitu dinginnya?" tanya rose dan jennie menggeleng

"Tidak, hanya saja ini nyaman" jawab jennie berbalik dan lebih memilih memeluk rose

Rose mengeratkan mantelnya yang membungkus dirinya dan jennie

"Apa kita pulang sekarang? Kau perlu—"

"aku sudah melakukannya" sergah jennie mengetahui jika rose pasti akan berbicara perihal ia belum membereskan pakaiannya

Rose menghela nafas panjang dan memejamkan matanya, menjatuhkan dagunya kini di puncak kepala jennie

Sesekali mencium puncak kepala gadis itu

"Aku...masih takut, rosie"

rose memundurkan kepalanya dan menatap jennie di bawahnya yang masih memejamkan matanya

"Untuk apa kau takut, jennie? Aku akan baik baik saja"

Jennie membasahi bibir bawahnya lalu membuka matanya perlahan

Mendongak menatap rose dengan tatapan sendunya

"Aku takut kehilanganmu"lirih jennie

Rose terdiam. Lalu tak lama ia terkekeh kecil sebentar

Menyatukan keningnya dan kening jennie, saling bisa merasakan nafas hangat masing masing

"Kau tak akan kehilanganku dan aku juga tak akan kehilanganmu. Aku sudah berjanji ketika semua ini selesai, kita bisa menjalani hidup bersama dengan bahagia" ungkap rose membuat jennie luluh

Bahkan mata gadis itu sampai berkaca kaca mendengar pengungkapan rose barusan

"Bersabarlah sedikit lagi, setelah itu kita makan malam bersama keluargamu"

~~~~~

D-4 okay🙂

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

D-4 okay🙂

❤💛💚💜🖤💙🧡

Love In Melbourne✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang