Happy reading, maaf typo
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Grep!
"Jennie!"
"Eonnie!"
Jiso dan jennie saling memeluk erat seakan melepas rindu seperti di tinggal lama oleh seseorang
Padahal hanya selama beberapa jam tapi ya mereka adalah kakak beradik yang saling menjahili tapi ikatan satu sama lain terlalu kuat dan saling menyayangi selalu ada di antara keduanya
"Neo gwenchana? Apa ada yang menyakitimu?" tanya jiso menangkup kedua pipi jennie yang telah basah karena jennie menangis
Jennie tak tau kenapa ia menangis tapi saat memeluk kakaknya ia langsung menangis begitu saja
Jennie menggeleng lalu memeluk jiso kembali, "kalian menyebalkan! Kenapa kalian pergi meninggalkanku?"
"Kau yang menyebalkan! Kenapa kau menghilang?"
Jennie melepaskan pelukannya pada jiso dan menatap tajam kakaknya itu, "eonnie yang mendadak meninggalkanku?"
"Ya tapi kenapa kau tak menunggu saja di sana?"
"Aku tidak mau? Lagi pula aku akan terlihat seperti orang bodoh nanti jika menunggu kalian yang mungkin akan melupakanku sampai kalian pulang ke rumah!"
Heejin menepuk pelan jidatnya saat jiso dan jennie kembali bertengkar
Matanya menangkap rose yang tengah menyaksikan aksi pertengkaran jiso dan jennie
"Sepertinya aku pernah melihatnya?" batin heejin
Ia membuat postur berfikir sambil menatap rose dengan tatapan selidik
Matanya seketika membulat, ia menutup setengah mulutnya dengan kedua tangannya
"Omo!! Blonde girl!!" Teriak heejin berhasil membuat pertengkaran jiso dan jennie berhenti
Rose menoleh ke arah heejin yang masih amat terkejut, ia tersenyum dan membungkuk
"Annyeonghaseyo namaku roseanne park bukan gadis pirang"ucap rose lalu terkekeh pelan
"Ya tapi kau gadis pirang yang bekerja di sutdio gallery LC! "Seru heejin dan rose mengangguk
"Ya, benar"
Heejin mengangang dengan tak percaya lalu ia mengeluarkan sebuah buku dan pena di dalam tasnya
Ia mendekat pada rose sambil memandang rose dengan puppy eyes nya
"Boleh aku minta tanda tangan?" minta heejin dengan suara yang di buat lucu dan menghilangkan tone suaranya yang biasanya berat
Jiso dan jennie bergidik mendengar suara yang aneh keluar dari mulut heejin
"Kau mengenalnya?"
Heejin berbalik menatap jennie yang bertanya lalu mengangguk semangat
"Jiso eonnie, Dia salah satu Fotografer yang aku ceritakan! pemilik studio gallery dan gadis yang sering di juluki pirang"
"Pirang?"
Heejin kembali mengangguk lalu memegang rambut rose, "kau tak lihat? Rambutnya pirang"ucap heejin lalu ia melirik rose yang menatapnya
Dengan segera ia menjauh dari rose dan sedikit membungkuk, "joesonghamnida "
Rose tersenyum dan memberikan kembali pulpen dan buku yang telah ia tanda tangani di sana kepada heejin
"Tidak masalah"
Heejin menggigit bibir bawahnya dan meloncat loncat kecil karena terlalu girang
"Kau sangat keren! Pengambilan fotomu sangatlah bagus dan sangat aesthetic"
Rose hanya terkekeh kecil mendengar pujian yang keluar dari mulut heejin
"Aku sangat tersanjung karena kau terlalu memujiku"ujar rose
"Tapi dia benar, foto fotomu sangat bagus" timpal jiso langsung di lirik sinis jennie
Apa apaan ini? Ia sendari tadi menahan kekesalannya pada heejin dan sekarang jiso juga ikut memuji rose?
Akh! Jennie merasa...cemburu?
Jennie harus sadar jika dia bukan siapa siapanya rose...untuk
Ya
Untuk sekarang
Tidak...
Tidak tahu
Nantinya bagaimana
"Apa besok kalian akan memajang foto baru lagi?" tanya heejin
"Kami akan memajangnya tapi lusa, kalian harus datang" ucap rose menatap heejin bergantian pada jiso dan jennie
"Te-"
"Tentu kami akan datang!"
Jiso menaikkan sebelah alisnya heran karena jennie memotong pembicaraannya
"Bagus! Kalau begitu aku akan pamit dulu"
"Kau ingin kemana?"
Rose menatap jennie dan tersenyum, "masih banyak yang harus aku lakukan, aku harus pergi sekarang"
Jennie sedikit cemberut padahal rasanya ingin tambah berlama lama dengan rose
Rose tersenyum dan sedikit membungkuk, "aku pergi dulu"Pamitnya lalu rose berjalan meninggalkan heejin, jiso dan jennie
"Mm rosie!!"
Heejin dan jiso menatap jennie dengan bingung
"Rosie?" gumam mereka hampir bersamaan
Rose berbalik menatap jennie, "ya?"
"Mm terima kasih hari ini kau telah membantuku"ucap jennie dan rose mengangguk senyum
Jennie mengelus tengkuknya dan menelan salivanya pelan,
"Nggg C-can we meet again? " Tanya jennie tapi sepenuhnya itu adalah sebuah permintaan
Rose mendengus tawa lalu ia mengangguk, "sure, why not?"
Jennie langsung tersenyum bahagia dan melambai pada rose, "see u later"
Rose membalas lambaian tangan jennie lalu meninggal gadis itu yang telah berseru riang
"Ada apa denganmu?" pertanyaan jiso membuat tingkah seru jennie terhenti
Jennie menggenggam kedua tangan jiso dan mengigit bibir bawahnya sekilas, "eonnie! Bagaimana ini aku jatuh cinta padanya?"
"Nde?!!!"
~~~

Yuhu blinks!!🔥🔥🔥
KAMU SEDANG MEMBACA
Love In Melbourne✔
FanfictionGXG • CHAENNIE #COMPLETED# 📍 Biyuyaa__ presents : Love In Melbourne • Bermula di negara Melbourne, Australia. jennie sedang liburan bersama jisoo ke negara itu, tanpa sengaja jennie bertemu seorang gadis dengan sepeda gunung berwarna putih yang ter...
