The Real Truth

2.9K 415 22
                                        

Happy reading, maaf typo

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Brak!

Irene membuka kasar pintu rumahnya dan menatap tajam sang ibu angkat yang terkejut karena ulahnya barusan

"Apa yang sedang kau lakukan huh? Kau tak mengerti arti sop-"

"Apa ibu menghasut aboji lagi untuk menghancurkan fasilitas seulgi?" Geram irene mendekat pada soomin

Soomin menyilangkan tangannya di depan dada menatap santai irene yang telah menggebu gebu

"Wae? Kau ingin marah pada eomma?" Tanyanya remeh

Irene menarik nafas dalam dalam lalu menghembuskannya dengan samar

Tidak irene jangan terpancing

"Eomma ini salah"

"Kau yang salah"

"Aku mencintainya"

"Tapi aku tidak menyetujuinya"

"Tapi bukankah aku anak haram, kenapa eomma perduli"

Soomin mendadak terdiam mendengar ucapan yang keluar dari mulut irene

Irene menunduk dan mengepalkan tangannya erat, "jangan seperti ini, eomma. Ku mohon"

Plak!!

Tamparan yang amat keras itu berhasil membuat irene terjatuh

Irene meringis memegang pipi kirinya yang berdenyut nyeri

"Berani sekali kau berbicara seperti itu! Dasar anak tak tau di untung, anak haram! Bersyukurlah aku menganggapmu anak dan tidak membuangmu ke sungai!!" Bentak soomin

Mendengar perkataan sang ibu membuat hati irene sakit, air matanya tumpah begitu saja

Irene menggigit bibir bawahnya agar isaknya tak keluar

Perlahan, irene berdiri sambil memegang pipi kirinya menatap soomin yang masih menatapnya marah

"Dari pada eomma dan aboji...kalian lebih tak tahu malu"

"Apa maksudmu irene park!!"

Irene perlahan berbalik melihat sang ayah yang bersuara tegas dan setengah teriak tadi

"Apa maksudmu berbicara seperti itu huh? Kau tak tau tata krama?" Tanya kyungsoo dengan dingin

Irene terkekeh sinis lalu menatap sekeliling rumah besar itu

"Rumah, perusahaan, mobil, dan harta yang di pegang oleh aboji dan eomma itu sebenarnya milik rose kan?"

Soomin dan kyungsoo langsung terteguh mendengar perkataan irene

Mereka saling melirik lalu menatap irene kembali

"Selama ini aboji bekerja untuk perusahaan itu bukan untuk diri aboji tapi untuk rose, aboji bekerja keras untuk perusahaan rose. Bukan perusahaan aboji"tutur irene dengan dingin

"Karena aboji hanya menumpang harta dan kekayaan milik rose yang diberikan oleh eomma dara. Pada kenyataannya aboji tidak memiliki apapun, aboji miskin. Dan aboji eomma mengambil harta kekayaan milik rose, bisakan aku sebut kalian sangat tidak tahu malu?"

Sret!!

"Ikut aku, kau anak sialan!" Kyungsoo langsung menarik irene kasar menuju ke arah ruangan bawah tanah

Love In Melbourne✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang