Crazy

3.9K 564 49
                                        

Happy reading, maaf typo

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Rose menendang kerikil kerikil kecil di trotoar jalan dengan asal

Menghembuskan nafas lelah berkali kali setelah mengantar bibinya ke bandara untuk pulang ke korea

Rose harus melakukan ini sendiri

Ia tak bisa melibatkan sang bibi lagi

Rose harus mencari rumah baru lagi yang jauh dari kawasan orang orang suruhan ayahnya

Tak apa, untuk kali ini uang pemberian lisa akan ia beli rumah baru atau rumah sewa

Masalah membeli camera akan ia urungkan sementara niatnya itu

Drt. Drtt

Rose megambil ponsel di dalam saku jaketnya dan menatap nomor tidak di kenal menghubunginya

"Siapa ini?" gumam rose lalu ia mengangkat telepon dari nomor tak di kenalnya itu

Walaupun rose berfikir mungkin itu orang orang suruhan ayahnya yang menelpon tapi ia harus tetap mengangkat mana tau pikirannya salah?

"Hello?"

~~~

"Hello?"

Jennie mendadak membeku mendengar suara rose di seberang sana

Ia merutuki dirinya sendiri yang ceroboh, apa yang jennie harus lakukan sekarang?

"Who is this?" tanya rose di seberang sana

Jennie menelan salivanya pelan dan menarik tubuhnya kembali untuk duduk

Terdengar suara helaan nafas dari rose lalu gadis itu kembali berbicara,

"I will turn off the call"

Oh no no! Rose ingin mematikan teleponnya

"Rosie!"

~~~

"Rosie!"

Rose menghentikan langkahnya dan mengerutkan dahinya, "jennie?"

"Kau jennie?" tanya rose kembali

"E-eoh!"

"Aa dari mana kau mendapat nomorku?"

"Ngg a-aku tadi meminjam ponselmu dan menelpon ponsel milikku, kau tidak ingat?"

"Aa~ iya ya" rose terkekeh merutuki kebodohan yang kelupaan

~~~

"Aa~ iya ya"

Jennie langsung tersenyum mendengar kekehan rose di seberang sana

Sangat lembut mengalung di telinganya

"kau di mana?"

Love In Melbourne✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang