Squirrel Handkerchief

3.2K 433 23
                                        

Happy reading, maaf typo

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

"Rosie Posie!!"

Rose tertawa pelan mendengar jennie berteriak memanggilnya di ujung sana

Mereka bersepeda bersama setelah tertawa dan mengobrol beberapa hal yang sama sekali tak penting tadi

Jennie yang mengajak tapi di tengah tengah jalan rantai sepeda rose lepas makanya gadis itu berhenti untuk memasang rantai sepeda kembali

Jennie yang sudah sedikit jauh jaraknya dari rose juga ikut berhenti ketika mendengar bunyi yang cukup keras tadi yang di hasilkan oleh rantai sepeda rose

"Kau harus mengganti rantai sepedamu itu, rosie"rose mendongak menatap jennie yang kini telah berada di sampingnya

"Aku tidak memiliki waktu untuk menggantinya, jennie"ucap rose lalu kembali fokus memasang rantai sepedanya yang cukup sulit untuk di pasang kembali

Jennie mendengus

Apa yang di maksud tidak memiliki waktu?

Pekerjaannya hanya memotret tidak mungkin tidak memiliki waktu hanya untuk memperbaiki sepeda yang setiap hari di pakai gadis pirang ini?

"Kalau begitu besok kita beli rantai baru untuk sepedamu"ajak jennie dengan semangat

Rose berdiri dan menghela nafas lega saat rantai sepedanya telah terpasang kembali

"Tidak perlu, aku rasa rantainya masih bagus"sahut rose membuat jennie yang mendengar langsung cemberut

Rose hanya tersenyum melihat jennie yang cemberut tapi tak lama ia tersentak saat jennie menarik kedua tangannya lalu membersihkan tangannya yang kotor dengan sapu tangan kecil bergambar tupai yang ia ambil di saku celananya

"Sapu tangan ini harus kau cuci bersih bersih lalu di simpan dengan baik"ucap jennie setelah itu menegakkan kepalanya kembali

Rose mengerutkan keningnya bingung, "kau yang mengambil tanganku dan membersihkannya, aku tidak memintanya"

Jennie berdecak kesal lalu memukul lengan rose pelan, "pekalah! Berarti aku ingin kau menyimpan sapu tangan ini"kesal jennie tapi malah di tertawai rose

Jennie memang kesal tapi tak bisa di pungkiri ia juga senang karena tawa, senyum, dan raut wajah kebahagian rose dapat ia lihat kembali setelah sekian lama

"Arraseo arraseo aku akan menyimpannya" rose melipat sapu tangan bergambar tupai itu dan memasukkannya ke dalam saku jaketnya

"Sudah malam, ayo aku antar pulang" Ucap rose lalu dengan cepat jennie menggeleng

"Aku akan pulang sendiri"Jawab jennie membuat rose menatap gadis itu dengan tidak percaya

"Kau yakin?" Tanya rose dengan sebelah alis terangkat

Jennie yang melihat betapa intensnya rose menatapnya menunduk karena pipinya memerah

"No, no! Don't be like this, Jennie. Control yourself"batin jennie

"A-aku yakin!" Jawab jennie dengan tegas

Rose hanya tersenyum tawa dan menggeleng gelengkan kepalanya

"Kau tidak akan tersesat?"

"Tidak!"

"Kau tidak takut di cegat oleh preman jalanan"

Love In Melbourne✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang