About a Kiss?

3K 448 49
                                        

Happy reading, maaf typo
"Kali ini serius, baca note di bawah nanti ya~

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Jennie menghembuskan nafas pelan dan mengusap kepala rose dengan lembut

Kekasihnya itu tengah tidur sekarang, cukup pulas.

"Pasti sangat berat sekali ya" gumam jennie  merasa yang di lalui rose bukanlah hal yang mudah maupun senang

Hanya karena sebuah surat warisan rose hampir saja mati jika irene tak datang menyelamatkan kekasihnya itu

Entah bagaimana jika rose meninggalkannya, jennie benar benar tak akan sanggup

"Bagaimana jika kau melakukan ini sendiri, pasti akan sulit"

"Tapi sekarang aku tidak sendiri"

Jennie tersentak, perlahan rose membuka matanya menatap jennie dengan senyum tipis

"Bagaimana keadaanmu?" Tanya jennie berdiri dan berpindah duduk di samping ranjang rose

Rose hanya diam dan tak lama menarik jennie agar berbaring di sampingnya membuat jennie terlonjak

"Rose, aku—"

"Mianeh~" lirih rose dengan tatapan sendunya sedangkan jennie membalas dengan tatapan bingung

"Aku hanya tak ingin kau terlibat, aku tak mau kau kenapa napa"

"Aku juga tak ingin kau kenapa kenapa rose" timpal jennie tangannya terangkat mengelus pipi rose

"Kau seperti ini, kau pikir aku tidak sakit?" Tanya jennie kini dengan mata berkaca kaca

"Aku sakit jika kau juga sakit, aku sedih jika kau juga sedih. Tapi jika kau kesulitan tugasku harus berada di sampingmu mendukungmu dan membantumu. Jadi biarkan aku menolongmu"jelas jennie dengan setetes air mata kini terjatuh

Rose menghela nafas samar dan menghapus jejak air mata di pipi jennie

"Kali ini tidak, maaf jennie" ucap rose lalu memeluk jennie dengan tangan kirinya

Jennie melingkarkan tangannya di pinggang rose dan membasahi bibir bawahnya,

"Tapi biarkan aku meminta temanku membantumu untuk mencari surat warisan itu"Ujar jennie dan rose hanya mengangguk nurut

"Tunggu bagaimana kau—"

"Aku mendengarnya rose" potong jennie mendongak menatap rose

"Surat itu ada di seoul kan? Temanku, ayahnya seorang mata mata. Aku akan meminta bantuannya juga" jelas jennie dan rose kembali mengangguk mengerti

"Arraseo" jawab rose dengan senyumnya dan menular pada jennie

Mereka terdiam dengan mata saling bertatapan

Cukup lama hingga rose memajukan wajahnya perlahan

Chu~

Dengan lembut bibir rose menempel pada bibir jennie, mengulumnya dengan lembut dan pelan

Jennie tersenyum di sela ciuman dan membalas ciuman rose

Mereke melepaskan ciuman mereka untuk mengambil nafas

"Aku mencintaimu" ungkap jennie dan rose tertawa ringan

"Aku tau, aku juga mencintaimu" setelah berbicara seperti itu, jennie langsung mencium bibir rose kembali

"Aku mencintaimu apapun yang terjadi, tetaplah bersamaku walaupun aku sering mengecewakan dirimu"ungkap rose dalam hati

~~~

"See!!! Aku bena—hmp!!" Teriakan lisa tertahan saat jisoo membengkam mulutnya

"Kau tidak perlu berteriak, kau bisa mengganggu mereka berdua"oceh jiso dan lisa mengangguk paham

Irene dan seulgi terkekeh pelan melihat jisoo dan lisa

Tadi mereka berencana memasuki kamar rawat rose tapi tak jadi karena jennie dan rose sedang bercinta

"Aku rasa ini first kiss mereka?" Ujar seulgi dan lisa menggelengkan kepalanya dengan cepat

"Mereka jadian di bandara, rose mencium jennie"

"Nde?" Irene berseru terkejut mendengar ucapan lisa

"jinjja?" Tanya irene tak percaya, setaunya rose itu orang yang terlihat polos

Jisoo dan lisa mengangguk bersamaan menyatakan jika benar rose yang mencium jennie

"Berarti second kiss?" Ucap seulgi dan lisa menggeleng tak setuju

"Third kiss, aku lihat jennie mencium rose lagi?"

"Tidak tidak untuk jennie fourth kiss dan rose third kiss. Aku lihat jennie mencium rose saat rose tidur"serga seulgi

"Mwoya? Kau mengintip?"

"ani, aku melihatnya!"

Irene dan jisoo saling pandang dan menggeleng gelengkan kepala mereka

"Dasar konyol!" gumam jisoo dan irene hampir bersamaan

~~~


Please read this!!😁

Guys kalau aku minta ramein kayak dulu lagi boleh enggak?

Aneh sih jelas banget ya ehe😅

Aku merasa kalian enggak terlalu suka gitu dengan cerita ini. Mungkin aku enggak minta kalian ramein lagi tapi guys apa kalian saat aku bilang enggak maksa ramein lagi kalian benar benar kepaksa gitu ya waktu aku minta ramein

Jujur sedih karena sepi, aku enggak maksa kalian lagi karena aku mikir "ih apaan sih maksa terus?", "captionnya minta ramein terus lagi?"  Entah kenapa aku selalu mikir kayak gitu guys

Sumpah aku enggak tau kenapa bisa berfikir negatif gitu

Tell me if i make this story is wrong? Aku juga butuh semangat kalian. Komen kalian itu nyemangatin buat para author yang juga buat cerita

Tapi karena kau enggak maksa kalian ya kalian cuman vote doang 😭

I'm sorry to tell this. Aku pengen bilang aja, seterusnya ya mohon maaf aku terserah kalian aja pengen kritik atau kasih saran apa aj😀

Love In Melbourne✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang