Makasiii banyak yang tinggalin jejak di My Killer Ketos😭
Ceritanya double up tiap hari di sini, yang mau baca ulang dengan kalimat revisi mampir aja😂
👇👇👇
meliyanajiaa
***
Iqbaal mendapat tatapan tajam dari (Namakamu), dan ini kali pertamanya. "Tidur atau aku cium?" ancam Iqbaal. Ancaman yang selalu menjadi andalannya. Karena dari dulu ancamannya selalu berhasil, gadis itu tidak mau ia cium.
(Namakamu) mendengus kesal. "Cium aja! Mas tidur aja di luar gak usah tidur di sini!" ucap (Namakamu). Ia sukses mengancam Iqbaal balik.
Iqbaal tertegun. Ia mengerjap menatap bingung. Di sebelahnya sekarang, (Namakamu) atau bukan? Seperti bukan (Namakamu) saja berani mengancamnya. Kalau gitu, Iqbaal kalah telak. Ia mendesah pasrah, lalu membalikkan badannya memunggungi (Namakamu) dan menarik selimut hingga ke lehernya.
(Namakamu) tersenyum smirk. Ia beralih menatap perut ratanya.
"Papa lucu ya sayang?"
Iqbaal mendengarnya dengan jelas. Apa mau (Namakamu)? Ayolah, jika saja cewek itu tidak lagi hamil, sudah Iqbaal terkam tadi.
Beberapa menit kemudian Iqbaal sudah terlelap duluan. (Namakamu) baru selesai berbincang dengan calon bayinya. Setelah puas, ia ikut menenggelamkan diri ke dalam selimut.
'Kruk! Kruk!'
Baru saja (Namakamu) memejamkan mata, perutnya berbunyi, ia lapar.
'Kruk!'
(Namakamu) beranjak duduk dengan kesal. Ia tidak akan bisa tidur jika perutnya sudah lapar. Apa yang bisa ia makan sekarang? Melihat Iqbaal yang sudah tidak bergerak, sepertinya sudah tidur. Ia turun dari ranjang perlahan. Kakinya menyentuh lantai yang dingin.
(Namakamu) melangkah keluar kamar menuju dapur. Seingatnya, ia sempat membeli beberapa pack mie instan. Ia bisa memasaknya dengan mudah.
(Namakamu) membuka lemari di dapur. Tempat menyimpan segala makanan instan. Ada! Ia tersenyum senang lalu mengambil sebungkus mie instan.
(Namakamu) mempersiapkan panci dengan air lalu meletakkannya di kompor dan menyalakan api. Menunggu air mendidih, ia membuka mie instan dan mempersiapkan bumbunya. Hampir lupa, ia melangkah mengambil mangkuk.
Beberapa menit kemudian, mie yang sudah ia masak kini sudah bisa di sajikan.
(Namakamu) menuangkannya ke mangkuk lalu meletakkan panci di wastafel. Ia mengaduk mienya agar rata dengan bumbunya.
(Namakamu) bawa ke meja makan. Aromanya sudah membuat perut (Namakamu) meronta minta di asup.
Iqbaal menggeliat lalu membalikkan badannya, matanya setengah terbuka. Samar samar melihat ketidakberadaan (Namakamu) membuka Iqbaal kembali membuka matanya memperjelas penglihatan. Ke mana (Namakamu)?
Iqbaal beranjak turun dari ranjang. Ia melangkah ke kamar mandi, tidak ada orang.
"(Nam)?" panggil Iqbaal. Tidak ada sahutan. Kerutan dahi Iqbaal terlihat. Ia melangkah keluar kamar.
(Namakamu) baru saja akan memasukkan mie ke dalam mulut, namun mangkuknya mendadak melayang membuat (Namakamu) terlonjak kaget. Sendok dan garpunya pun ikut jatuh di dalam mangkuk.
"Eh.."
(Namakamu) mengikuti arah terbang mangkuknya. Ia terkejut mendapati Iqbaal pelakunya.
Iqbaal hanya menatap datar dengan alis terangkat. (Namakamu) mendengus sebal.
KAMU SEDANG MEMBACA
Flat Daddy (Completed)
FanficSEQUEL KETUA OSIS KILLER BACA DULU, NANTI BINGUNG Apa jadinya punya suami berwajar datar? Senyum saja sulit rasanya.
