Maaf buat yang bingung kenapa kakaknya Ravi bukan Steffi. Ekwkw Steffi kakaknya kok Tapi Cassie kakak pertamanya. Emang gak pernah aku jelasin hehe. Yang gatau asal usul cassie baca aja Ketua Osis Killer wkwk biar tau kenapa Cassie bisa masuk penjara.
Follow akun keduaku dong
👇👇👇
meliyanajiaa
Makasii💕
***
Keesokkannya, Aurora sudah pulang ke rumahnya. Tapi ia belum sekolah. Bagaimana (Namakamu) setelah kejadian ini? Ia tiba tiba menjadi ibu yang protektif, bahkan ia sampai lupa mengurus dirinya sendiri.
"Rora!" (Namakamu) masuk ke kamar Aurora. Melihat Aurora tengah belajar membuat ia berdecak lalu menghampiri Aurora.
"Jangan belajar sayang, kamu baru sembuh."
"Rora gapapa bun." (Namakamu) merampas buku pelajarannya lalu ia simpan di meja belajar. Aurora hanya bosan tidak melakukan apa apa.
"Makan siang dulu yuk." ajak (Namakamu). Aurora mengangguk lalu turun dari ranjang. Keduanya melangkah menuju dapur.
"Besok Rora sekolah ya bun."
(Namakamu) menyodorkan sepiring nasi pada Aurora. "Lusa aja sayang."
"Rora gapapa kok bun, ya please." Aurora memasang puppy eyesnya.
"Gimana kalau mulai besok Rora di antar ayah aja? Pulang juga di jemput ayah. Bunda gamau Rora kenapa napa lagi."
Aurora memberengut. "Rora bisa kok sendiri bun, janji nanti bakal hati hati."
Keduanya tak ada yang mengalah. "Kalau gitu perginya sendiri tapi pulangnya di antar ayah."
"Sepeda Rora gimana?"
(Namakamu) menggaruk kepalanya gatal. "Kamu berangkat bareng Arsen aja."
"Arsen siangan bun," ujar Aurora.
"Ya udah sama Ganen," celetuk (Namakamu).
"Ganen?" mendengar nama Ganendra membuat Aurora gila. Ia jadi tak nafsu makan.
"Gimana?"
***
Senyuman sumigrah tercetak jelas di wajah Ganendra. (Namakamu) memintanya untuk berangkat bersama Aurora. Kemajuan bagi Ganendra.
"Jagain Rora baik baik ya Ganen."
"Siap!" Ganendra menghormat (Namakamu). Aurora menatap Ganendra malas.
Ganendra sudah bersiap dengan sepedanya. "Naik ra," ujarnya
(Namakamu) tersenyum melihat mereka berdua. Tampaknya cocok jika menjadi sepasang kekasih.
Aurora mendudukkan dirinya pada kursi belakang sepeda. "Udah."
"Hati hati ya," ujar (Namakamu).
"Iya tante, Ra pegangan nanti jatuh."
Aurora hanya memegang seragam Ganendra. Pria itu memutar bola matanya. Lalu mengayuh sepedanya.
Setelah itu (Namakamu) masuk ke rumah.
Ganendra terkikik dalam hati. Akhirnya tanpa berusaha membuat Aurora duduk di sepedanya, terwujud. Padahal dulu ia menghalalkan segala cara tapi sia sia.
Ganendra melirik wajah cemburut Aurora di belakangnya. Tau kah Aurora jika jantung Ganendra kini berdegup tak keruan?
Aurora hanya diam menikmati segarnya udara pagi. Enak juga di bonceng, jadi ia tidak usah susah payah mengayuh sepeda. Tapi apa Ganendra tidak keberatan? Tidak! Aurora ringan kok.
KAMU SEDANG MEMBACA
Flat Daddy (Completed)
FanfictionSEQUEL KETUA OSIS KILLER BACA DULU, NANTI BINGUNG Apa jadinya punya suami berwajar datar? Senyum saja sulit rasanya.
