Pengganti Iqbaal

3.5K 470 55
                                        

Ganendra melangkah keluar rumah setelah kembali dari warung. Ia berjalan mengendap bak maling.

Ganendra mengintip dari jendela di depan rumah Iqbaal. Gordennya sedikit transparan jadi samar samar melihat dalam rumah.

"Heh Ganen! Lo ngapain di situ?!" teriak Arsen dari seberang. Ganendra menoleh lalu menatap kesal dan mendekatkan jari telunjuk ke bibirnya, mengode agar diam lalu kembali mengintip.

Arsen menyatukan alisnya. Memang tingkah Ganendra semakin hari semakin tak waras. 

Arsen celingak celinguk lalu menyebrang. Ia menepuk pundak Ganendra membuat lelaki itu tersentak.

"Anying!"

"Lo ngapain sih?" tanya Arsen.

"Gue penasaran siapa yang ke rumah Rora, ramai banget!"

Arsen memutar bola matanya. "Keluarganya Rora, eyangnya."

"Lo tau dari mana?"

"Gue kenal mobilnya paman bokap gue."

"Oh!"

"Kalian ngapain?" Suara berat seseorang di depan pintu kini mengalihkan perhatian Ganendra dan Arsen.

Tampak Iqbaal tengah bersidekap dada. Tadi ia mendengar suara dari luar, karena penasaran siapa, maka ia keluar. Jangan lupa bahwa pendengaran Iqbaal tajam.

"Hai Om!" sapa Ganendra lalu melangkah kikuk ke arahnya. Ia menyalim tangan Iqbaal. Arsen juga menyalimnya.

"Om, Ganen dari tadi ngintip di jendela, makanya Arsen samperin terus nanya ngapain." Ganendra menjitak kepala Arsen, jujur sekali.

"Om, Arsen pulang dulu!" Arsen menyalim tangan Iqbaal lalu ngacir ke rumahnya.

Tinggal Ganendra yang di tatap sinis oleh Iqbaal.

Ganendra menyengir tanpa dosa. "Itu siapa om di dalam?"

Kepo kaya bokapnya.

"Keluarga om, kenapa?" tanya Iqbaal.

"Oh, Rora ada om?" Ganendra memanjangkan lehernya melihat ke dalam rumah. Ia sedang merindukan gadis itu.

"Mending kamu pulang aja, ini lagi acara keluarga."

Ganendra sudah kebal dengan ucapan kejam Iqbaal. Tapi Iqbaal sudah tidak seprotektif dulu. Ia masih mengizinkan jika Ganendra mau belajar bersama.

Iqbaal masuk begitu saja.

"Jadi pengin ngelamar Rora depan keluarganya."

***

"Mas, siapa tadi?"

Iqbaal kembali ke ruang tengah lalu menatap (Namakamu). "Ganendra."

Aurora yang mendengar nama Ganendra langsung menoleh.

"Ngapain?" kekeh (Namakamu).

"Biasa."

"Siapa Ganendra?" tanya Reyhan.

"Gebetan cucu papa," tawa (Namakamu). Aurora menunduk dalam dalam.

"Cucu eyang udah punya pacar ya?" tanya Reyhan pada Aurora.

"Nggak, eyang!" elaknya.

"Ajak ke sini aja," timpal Rendi.

"Eyang apaan sih?" rengek Aurora, salah tingkah.

"Ciee Rora udah besar ya?" celetuk Carissa.

"Pipinya merah!" ledek (Namakamu).

Aurora menangkup pipinya sendiri. Menggemaskan!

Flat Daddy (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang