Katakan sesuatu untuk judulnya wkkwwk😂💙
Follow akun kedua aku❤
👇👇👇
meliyanajiaa
Makasiii💕
***
Aktivitas Ganendra setiap pagi saat hendak ke sekolah adalah menunggu Aurora. Saat melihat gadis itu keluar dengan sepedanya ia langsung menyusulnya dari belakang.
"Ra,"
"Apa?"
Ganendra memperhatikan pipi kiri Aurora yang membengkak. Terbesit rasa kasihan di benak Ganendra, tapi ia ekspresikan dengan terkekeh.
"Pipi lo bengkak,"
"Tau,"
"Sini gue cium biar sembuh." Aurora menoleh dengan pelototan. Ia memperlambat sepedanya, kaki kirinya terangkat menendang sepeda Ganendra, pria itu terkejut kehilangan keseimbangannya dan akhirnya jatuh.
'Brak!'
Lihatlah, Aurora sungguh tak punya hati seperti ayahnya.
"AURORA!!" seru Ganendra. Ia meringis, lengannya sedikit lecet.
Arsen dan Ivana sudah punya sepeda masing masing. Keduanya kini menghampiri Ganendra yang berbaring di aspal.
"Gan, lo kenapa?" tanya Arsen.
"Ya jatuh pakai nanya lagi!" kesalnya. Ia berusaha berdiri sendiri.
Ivana memasang raut khawatirnya, ia turun dari sepeda lalu membantu Ganendra untuk berdiri.
Arsen menatap punggung Aurora beberapa meter di depan sana. Ia langsung menyusulnya.
"Ganen, lo gapapa?"
Ganendra sudah berdiri tegak, ia membersihkan seragam dan lengannya dari debu.
"Iya, gapapa sayang." jawab Ganendra.
Ivana tersipu dibuatnya.
"Kok bisa jatuh?"
"Di tendang bidadari" Ivana mengenyit.
"Bidadari?"
"Aurora."
"Aurora lo kata bidadari?!" tanyanya menganga. Astaga, gadis itu menendang Ganendra? Sungguh biadab.
"Udah yuk ke sekolah nanti terlambat."
***
Aurora tengah menyantap makanannya di kantin seorang diri. Tiba tiba seorang pria berdiri di hadapannya lalu duduk mengagetkannya.
"Hai"
Aurora mendongak. Raffa ternyata. Mau apa lagi dia? Mau ribut kah?
"Ra, gue minta maaf ya, pipi lo bengkak gitu." ujar Raffa menatap sendu.
"Gapapa," Aurora melanjutkan makannya.
"Lo marah?" Raffa bertanya.
"Gak,"
"Em.. Sebagai permintaan maaf gue lo mau apa gue beliin deh," Raffa menyengir.
"Gak usah,"
Raffa jadi bingung. Ia tidak enak hati jika Aurora memaafkan dirinya begitu saja. Setidaknya Raffa membelikan sesuatu untuknya.
"Lo suka coklat?" tanya Raffa.
"Suka." Aurora menjawab tanpa menatapnya, ia sibuk menyendokkan makanan ke dalam mulut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Flat Daddy (Completed)
FanfictionSEQUEL KETUA OSIS KILLER BACA DULU, NANTI BINGUNG Apa jadinya punya suami berwajar datar? Senyum saja sulit rasanya.
