Lumba lumba

2.6K 448 48
                                        

"Iya babi, kaya kamu." Devano terkikik lalu melangkah pergi. Ganendra menganga dibuatnya.

"Papa durhaka! Masa anaknya dikatain babi?"

Ganendra meletakkan boneka babi itu kemudian menyusul Devano yang sedang mencari boneka yang lain.

Devano meraih boneka lumba lumba berukuran besar berwarna merah muda itu. Ganendra menatap Devano dan boneka bergantian. "Ini aja."

"Apa? Papa mau ngatain aku kaya lumba lumba?" sengit Ganendra.

Devano berdecak. "Enggak, papa serius, ini aja."

"Kenapa lumba lumba?"

"Ini kan bentukannya fleksibel gini ya, di peluk bisa, jadiin bantal bisa, guling juga bisa, biar Aurora meluk terus." Devano terkekeh.

Ganendra tampak berpikir dalam. "Mahal gak pa?"

Devano melihat harga yang tertera di sirip lumba lumba itu. Mata Devano sedikit melotot. Boneka ini terbuat dari bulu yang lembut, bahannya bagus. "Tiga ratusan."

"HAH?!" kaget Ganendra. Tabungannya tidak cukup.

"Ganen kaum missqueen pa," gumam Ganendra. Ia menepuk kepala lumba lumba itu lalu melangkah pergi, mencari yang lain saja. Devano sendiri masih mematung.

"Papa bayarin setengah deh!" Ganendra menoleh.

"Beneran?"

"Iya," ujar Devano lalu menghampiri Ganendra.

"Ikhlas gak?" tanya Ganendra.

"Sama anak sendiri kenapa harus gak ikhlas?" Ganendra memegang dadanya sendiri. Wajahnya menatap kagum Devano.

"Papa baik banget!"

"Iya dong!"

***

Ganendra membawa pulang boneka lumba lumba itu, ia benar benar membelinya untuk Aurora. Devano baik sekali membayar setengah harga boneka ini. Ia jadi makin sayang dengan Devano.

Keduanya memutuskan untuk pulang,  belum sampai ke parkiran, seorang ibu ibu berbadan dua, menghampiri Devano. Ia seumuran dengan Devano.

"Devano!" Devano terkejut saat wanita ini berdiri di depannya. Ganendra menatap bingung.

"Devano kan?!"

"Iya," ujar Devano.

"Dev! Kamu tau gak? Dari kemarin aku ngidam pengin liat kamu tiktokan live!" Devano melotot, Ganendra lebih melotot.

"Gimana?" tanya Devano ramah.

"Kamu tiktokan di depan aku ya!! Aku mau liat!! Please Dev!! Aku ngidam!!" Devano dan Ganendra saling menatap. 

Astaga, apa Devano harus menurutinya?

"Dev? Kamu gak mau ya?" Wanita ini mengerucutkan bibirnya. Devano mengerjap, melihat wajahnya sedih menjadi tak tega.

"Boleh!"

"Nih pakai hp aku aja!" Wanita ini mengeluarkan ponselnya. Ganendra menganga di tempat, mendadak malu.

Devano mendekatinya, lalu memilih lagu untuk di jadikan video tiktoknya. Devano berdiri di depan kamera lalu bersiap berjoget. Ganendra menjauh ketika Devano mulai di kerumunin kaum hawa.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Flat Daddy (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang