Rekomen ngidamnya pada anti mainstream😂
Follow my second account
👇👇👇
meliyanajiaa
Makasiii💕
Ketjup onlen
***
Satu bulan kemudian..
"Pa." Salsha memeluk Aldi dari belakang. Pria itu tengah memakai pakaiannya setelah mandi.
"Kenapa ma?"
"Aku gak masak hari ini." Aldi membalikkan badannya. Salsha lantas melepas pelukannya. Ia menatap Aldi dengan gemas.
"Terus gimana?" mereka berdua belum makan malam, Aldi baru saja pulang dari rumah sakit. Ternyata Salsha malah tidak masak.
"Aku pengin kamu yang masak." Salsha menyentuh hidung Aldi membuat pria itu tersenyum.
"Aku kan gak bisa masak." ujar Aldi.
"Gak mau, pokoknya kamu yang masak." kekeuh Salsha. Aldi menghela nafas.
"Kalau gitu, kamu bantu aku." Salsha mengangguk setuju sembari tersenyum. Keduanya melangkah menuju dapur.
Salsha mengarahkan Aldi cara memasak, sesekali ia juga membantunya.
Setelah selesai, semua makanannya di hidangkan di atas meja makan. Salsha bertepuk tangan layaknya anak kecil yang mendapatkan hadiah.
"Kamu ngidam ya?" tanya Aldi. Salsha yang duduk di hadapannya mendongak setelah puas menatap masakan Aldi.
"Gak tau." Salsha menggeleng. Aldi berdeham.
"Kayanya kamu ngidam di masakin Aku." gumam Aldi. Tak lama ia terkekeh.
"Ya udah, coba makanannya." ujar Aldi, ia tak yakin masakannya enak di lidah. Ia belum menyentuh makanannya. Menatap Salsha yang kini menyendoki makanan ke dalam mulutnya.
Salsha terdiam. Ia menatap Aldi dengan tatapan aneh. Aldi mengerutkan keningnya. Kenapa? Makanannya tidak enak kah?
Aldi mencoba masakkannya sendiri. Setelah menyentuh lidah, reaksi Aldi sama dengan Salsha. Keduanya terdiam. Seolah lidah keduanya mati rasa. Keduanya menelan dengan susah payah.
"Pa, kamu gak pakai garam?" tanya Salsha.
"Pakai kok. Kan tadi kamu yang masukin."
"Tapi tadi papa tambah air di supnya." Salsha mengelap bibirnya sendiri dengan punggung tangannya.
Aldi terkekeh. "Udah, kebanyakkan garam gak bagus buat kesehatan. Makan."
***
Dinda sedari tadi tampak gelisah sembari meremas tangannya sendiri. Devano yang baru masuk ke kamar kini mengerutkan kening.
"Kenapa?" tanya Devano. Dinda beralih menatap Devano. Pria itu kini duduk di sebelahnya.
"Dev," Devano mengangkat alisnya.
"Kayanya aku ngidam deh." keluh Dinda.
Devano berubah sumigrah. "Ngidam?"
Dinda mengangguk. Tapi ia sungkan memberitahu Devano apa yang diidamkannya.
"Mau apa? Aku beli!"
Dinda menggeleng kemudian menunduk. Devano memiringkan kepalanya. "Jadi mau apa?"
"Aku.. Tapi.." Dinda memejamkan matanya sejenak lalu menolehkan kepalanya dengan cepat ke Devano.
"Tapi janji bakal turutin?" tanya Dinda. Devano terkekeh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Flat Daddy (Completed)
FanfictionSEQUEL KETUA OSIS KILLER BACA DULU, NANTI BINGUNG Apa jadinya punya suami berwajar datar? Senyum saja sulit rasanya.
