Boleh minta vote nya di Ketua Osis Killer versi revisi alias My Killer Ketos gak😭😭
Lemes banget liat votenya:"
Udah bikin Sequel Ketua Osis Killer nih :v
Di sini
👇👇👇
meliyanajiaa
Makasiii banget💕🔥
***
Pagi yang udaranya masih segar, hanya kicauan burung yang terdengar. Aurora mengeluarkan sepedanya, lalu menaikinya bersiap mengayuh.
Seorang pria yang sedari tadi sudah berjaga saat Aurora keluar kini juga menampakkan dirinya pada Aurora. Gadis itu hanya menatap datar lalu mengayuh sepedanya duluan.
"Ra!" Ganendra menyusulnya, bergegas mengayuh sepedanya.
Aurora fokus dengan jalanan, tapi seorang pria kini mengusiknya di sebelah.
"Ra,"
"Hm?"
"Lo gak marah kan?"
"Gak." sesekali Ganendra menoleh ke depan sebelum ia menatap Aurora kembali.
"Terus kenapa lo cuek sama gue?" Aurora diam tak menjawab.
"Oh iya, lo kan emang cuek." Ganendra terkekeh sendiri.
"Ra."
"Hm?" ayolah, apa Aurora tidak bisa menoleh sejenak? Apa leher Aurora sedang salah urat?
"Lihat gue dong." pinta Ganendra. Aurora menoleh sedetik lalu kembali menatap lurus.
"Lo cantik." puji Ganendra.
Aurora mengerem sepedanya mendadak membuat Ganendra terlonjak, ia juga ikut berhenti sedikit di depannya. Lalu ia memundurkan sepedanya menatap Aurora yang kini menatap sengit.
"Mau apa? Gak usah puji gue." dinginnya. Ganendra menggaruk kepalanya yang gatal, padahal ia memberikan pujian tanpa berniat apapun.
"Beneran lo cantik." Aurora menatap dingin padanya. Ganendra tidak benar serius anaknya, mana mungkin tidak ada udang di balik batu.
"Cantik kalau lo senyum, hahaha!" Ganendra mengayuh sepedanya meninggalkan Aurora. Sudah di bilang, anaknya tidak pernah serius. Lihat, berakhir meledeknya seperti ini. Apa maksudnya?!
Aurora tidak peduli, ia kembali mengayuh sepedanya hingga sampai ke sekolah.
Aurora dan Ganendra sudah melewati gerbang sekolah. Keduanya menuju parkiran.
Saat Aurora hendak berbelok ke untuk memarkir sepedanya, sebuah sepeda melaju kencang, pria itu tak sempat mengerem sepedanya dan malah menabrak Aurora hingga jatuh.
"Aws!" ringisnya.
Ganendra yang memarkirkan sepeda di seberang kini menoleh terkejut ketika mendengar suara bedebam.
"Ra!" Ganendra tersentak mendapati Aurora terjatuh dari sepedanya. Juga pria yang tadi kini juga jatuh seperti Aurora.
Ganendra menegakkan kembali sepeda Aurora lalu membantunya berdiri. Lutut Aurora tampak lecet dan memerah.
Ganendra menatap tajam pada pria yang menabrak Aurora. Tidak peduli pria itu juga jatuh. Ia langsung menghampiri pria tersebut yang sedsng berdiri dengan susah payah.
Ganendra menarik kerahnya. "Lo kalau bawa sepeda pakai mata!" kesalnya. Gara gara pria ini, Aurora terluka.
"Gue gak sengaja!" jawabnya lalu menghempaskan tangan Ganendra.
KAMU SEDANG MEMBACA
Flat Daddy (Completed)
FanfictionSEQUEL KETUA OSIS KILLER BACA DULU, NANTI BINGUNG Apa jadinya punya suami berwajar datar? Senyum saja sulit rasanya.
