Komen banyak-banyak perparagraf, mweheheh
Yang kangen? Yang nungguin?
_ _ _
"Permisiiii!! Lintang ganteng lewatt," Lintang berseru heboh saat memasuki warung yang ada didepan sekolahan mereka.
Saat ini sudah pulang sekolah, banyak yang mampir jajan dan bersantai di warung ini. Termasuk Allard dan sahabatnya.
"Eh Neng Yara, dekel ya?" goda Lintang pada salah satu siswi diantara 4 orang perempuan yang duduk anteng makan bakso.
Andra terkekeh, "e buseet! Ini ceweknya Erlan?" heboh Andra mengundang yang lain untuk kepo.
"Jangan fitnah!" balas Erlan tajam menatap Andra.
"Halah lo mah, ini yang dipegang pipinya ya kan?" goda Rio membuat wajah cewek itu memanas malu.
"Neng Yara, pacaran ama Lintang yuk!" ujar Lintang blak-blakan. Orang yang disebut Yara itu sendiri malah tersenyum malu.
"Modal apa lo?" balas Allard sewot. Ia duduk di bangku yang kosong. Menatap aksi teman-temanya.
Lintang mendengus keras. "Tenang, kalau gue miskin kita—"
"Maling," sahut Andra.
"Kalau gue miskin kita—"
"Ngepet,"
"Kalau gue—"
"Begal,"
"Kalau gue, DIEM LO PADA. MULUT LO GUE SUNAT MAMPUS." ancam Lintang pada teman-temanya yang malah tertawa.
"Kalau gue miskin jual ginjal yuk! Buat modal usaha, kalau sukses nanti beli ginjal lagi."
"Si anying!"
"Ikan hiu makan tomat. Goblok!"
"Edan,"
Umpatan yang mereka layangkan kepada Lintang malah membuat mereka jadi perhatian kali ini.
Lintang menatap mereka dengan pandangan melas melas sedih. "Gue tau, tau banget kita sama-sama jomblo. Apalagi solid kita itu sehati bangeett. Tapi plis deh, gue mau merubah nasib. Jangan kaya orang kurang belaian lo pada lihat gue mau dapetin cewek," curhat Lintang.
Krik kriikk
Tatapan Lintang berubah datar. "Anying, anjing, bego, makan tomat goblok, edan! Mbuh sakarepmu!!" umpat Lintang keras-keras saat mereka hanya diam tanpa menanggapi. Malunya itu loh.
"Buk! Intang mie rebus satu. Banyakin telornya!!" teriaknya pada Bu Warung yang hanya diacungi jempol.
"Ngapa dah ribut ribut?" celetuk Andra menatap segrombolan siswi yang sedang ribut dipintu masuk.
Mata Allard menyipit melihat salah satu orang. Kemudian membulat kaget. Si Seina?
"Ini kan yang songong kemaren pas awal masuk?!"
Pembicaraan itu terdengar di seluruh penjuru Warung. Membuat mereka mulai bisik-bisik.
"Astagfirullah," Seina mengelus dadanya sabar. "Bukanya gue songong ya Kakak Kakak tercinta. Yang nyinyir pas gue senyumin siapa? Tapi yang hujat pas gue ketusin siapa? Serba salah gue jadinya," ujar Seina sedih. Pura-pura eh.
Allard ditempatnya mengerjap. Kemudian tersenyum miring. Maknya Ares sangar. Allard mah suka tipe-tipe yang kaya gitu. Tapi bukan Seina juga, bisa budek kalau denger Seina ngomel.
Lintang yang memang levelnya pd parah menghampiri gerombolan mereka, diikuti Andra. "Ono opo?"
"Lu ngomong apa dah," balas Andra cuek. "What is wrong?" ujar Andra sedikit songong kemudian. Maksudnya mau nunjukin kalau dia bisa bahasa Inggris gitu. Nggak cuma si kulkas sama si sok.
"Lah dia tiba-tiba labrak gue dari kemaren," balas Seina kesal menunjuk kearah siswi yang menatap remeh Seina.
"Weess! Ojo gelud, rasah rusuh," ujar Rio yang kini berada ditengah-tengah siswi itu. Modus doang.
"Ngapa Tang?" tanya Naresh memegang pundak Lintang.
Lintang menoleh jijik. "Maaf bukan muhrim hehe," ujarnya sok manis sambil tersenyum miring menatap Seina.
Seina yang sadar Lintang menyindirnya hanya tertawa pelan. Tapi kembali mengerucut bibirnya kala melihat siswi tadi.
Allard ditempatnya yang tak tahan langsung bangkit. Masa dia ditinggal sendiri, sedang Erlan sudah sama si dekel Dira Dira itu. Cowok itu berdiri dibelakang Seina. Menatap acara adu mulut gadis itu.
Aneh kan, nggak ada urusan tiba-tiba ikut campur. Tapi nggak papa, yang penting ganteng. Dijamin nggak berani ada yang hujat weh.
"Lo yang songong! Baru dikatain dikit udah ngelunjak," balas salah satu siswi itu. Kini mereka jadi perhatian.
Seina berdecak pelan. "Yaudah maap," katanya cuek.
Mereka terpengah, ini junior loh. Songong amat.
"Mantep banget dah lo," balas Naresh mengacungi jempol.
Allard yang dibelakang Seina mendengar suara dering ponsel. Cowok itu menunduk, mereka tak sadar karena masih berdebat. Dengan lancang Allard mengambil ponsel yang berada disaku rok Seina membuat gadis itu tanpa sadar memekik keras.
Hati-hati, Allard perlu diwaspadai.
"MAS JANGAN MALING!!!" teriak Seina yang membuat mereka kembali memusatkan pandanganya kearah gadis itu.
"Apasih," ujar Allard cuek. Tapi rautnya serius saat tau siapa yang menelfon Seina.
"Lo kok lancang banget sih ah!! Siniin ponsel gue!!!" Seina yang sadar itu Allard langsung memasang muka sebal.
Allard malah keluar warung yang tentu saja membuat sahabatnya melongo. Allard kesurupan? Kok maling? Allard bangkrut?
"Lard!! Katanya kaya, gue yang miskin kok lo yang maling!!" ceplos Seina menatap tajam punggung Allard yang kini mengotak-atik ponselnya.
Mereka berada diluar, tepatnya dihalaman warung tadi. Allard menoleh. "Bu Desi," jawabnya.
"Kok nggak bilang dari tadi?! Gue udah teriak-teriak sama lo. Kan fans lo bisa aja hujat gue nanti Allarddd!"
Tatapan Allard berubah datar. Orang situ yang ngopros terus kok sini yang disalahin. Cowok itu memberikan ponsel yang masih berdering sedari tadi pada Seina membuat Seina langsung mengangkatnya.
"Hallo Bu," sapa Seina ramah.
"Nak Sei? Udah pulang kan? Kesini cepet, Ares tadi—"
"Ares kenapa?" tanya Seina panik. Apalagi mendengar tangisan yang sudah tak asing bagi telinga Seina sekarang.
Allard juga yang mendengar nama Ares diucap langsung maju, "kenapa?" tanyanya tanpa suara.
"Itu, tadi Ares hampir aja diculik. Untung Rudi udah nolongin sama anak-anak lain. Tapi sampai saat ini dia nggak mau berhenti nangis. Nyariin Allard mulu," jawab Bu Desi disrbrang sana.
Seina kalang kabut sekarang. Ia menggigit bibir bawahnya gelisah. "Diculik? Iya, Sei sama Allard bakal kesana,"
Mata Allard membulat kaget saat Seina berujar Seperti itu. Dia menarik tangan Seina untuk ke motornya. Menyuruh gadis itu naik. Meninggalkan Lintang, Andra, Naresh, Rio yang plolar plolor mengintip dijendela.
Fiks! Allard kesurupan!
_ _ _
Vote dan komenya
Yang culik Ares siapa? Om Ajat?
Salam sayang
❤
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Destiny [END]
Roman pour AdolescentsNemu anak? Loh, yang tanggung jawab siapa dong? Putra Allard Aditama. Pangillanya Allard, bukan Putra maupun Tama. Si brandalan yang sialnya sangat tampan. Allard itu seperti bunglon. Kadang cuek, kadang galak, kadang gila, kadang dingin. Tapi yang...
![Our Destiny [END]](https://img.wattpad.com/cover/242199910-64-k191579.jpg)