Saat ini Tay dan New sedang beristirahat dikamar Tay, New ingin bertanya satu hal pada Tay, ia melirik sebentar ke arah Tay, ia melihat Tay yang sedang memperhatikan dirinya dari arah samping.
"Ada apa?" tanya Tay, alisnya mengangkat sebelah
"Hm, gue cuma mau nanya, lo liat handphone gue gak?" tanya New, Tay terdiam
New memiringkan tubuhnya menghadap Tay, ia melihat wajah Tay yang terdiam
"Liat gak?" tanya nya kembali "Terakhir gue megang pas abis dari bar sama Mild terus bangun bangun gue disini" sambung New
Tay masih terdiam. Mendengar New mengingat kembali kejadian waktu itu pada Mild.
Sebenarnya tujuan Tay membawa New kesini untuk memberi pelajaran pada New karena sudah mendekati kekasihnya, namun semua keluar dari tujuan utama nya.
"Terus kapan kita balik ke Jakarta lagi?"
"Hari selasa" jawab Tay singkat, ia mengalihkan pandangan nya pada wajah New
"Gue laper, bikinin makanan dong Te" pinta New pada Tay, Tay kembali menoleh kearah New
"Tadi Jane masak nasi goreng" jawab Tay, New menggeleng
"Gue mau nya masakan lo" rengek New, Tay membuang nafasnya kasar, ia bangun dari ranjang tidurnya, dan mengancingkan kemejanya.
"Ayok" ajak Tay, ia menyodorkan tangan kanan nya, tanpa sadar New meraih tangan kanan yang Tay sodorkan, mereka berdua berjalan menuju Lift dan segera ke ruang makan.
"Mau makan apa?" tanya Tay pada New saat mereka berdua sudah sampai diruang makan
"Gue pengen Pasta" pinta New, Tay mengangguk, ia membuka sebuah lemari yang berisikan bahan makanan
Tay juga mengambil beberapa sayuran dari dalam kulkas nya dan mulai memasaknya.
"Widih ada suami isteri baru bangun tidur nih" ujar Bright saat keluar dari Lift, ia menghampiri New yang tengah duduk di kursi makan.
"Gue boleh kali" ledek Bright lagi, Tay hanya melirik tajam kearah Bright
Kringgg!!
Kringgg!!
Brighr meraih ponsel Tay yang berada diatas meja makan, New memperhatikan Bright dalam diam.
"Siapa?" tanya Tay dari arah dapur, ia sedang memotong bawang bombay disana.
"Your daddy" jawab Bright santai, ia menaruh kembali ponsel Tay diatas meja makan, tak butuh waktu lama Tay mendekat kearah New, dan ia meraih ponselnya, dan pergi meninggalkan New dengan Bright.
New menoleh pelan kearah Bright, begitu juga dengan Bright ia menoleh kearah New
"Lo lapar?" tanya Bright, New mengangguk
New enggan berdiri dari kursi makan dan melanjutkan masakan Tay, namun Bright mencegahnya
"Gue aja yang masak, lo tunggu sini aja" ucap Bright menahan pergelangan tangan Tay
"Gk usah gue aja gk papa" jawab New, Bright menggeleng
"Sini aja ntar Tay marah sama gue" jujurnya, mau tidak mau pun New kembali duduk dikursi makan nya.
o0o
"Cari siapa Arm?" tanya New saat melihat Arm yang menoleh kesana kemari
"Maaf Tuan muda, apa Tuan muda melihat Off?" tanya Arm sopan, New menggeleng
"Gue liat" teriak Bright dari dapur, Arm menoleh melihat Bright yang sedang memasak dari dapur
"Dimana ya Tuan?" tanya Arm kembali
"Noh dipinggir kolam renang, lagi gue suruh nguras kolam renang" jawab Bright sembari tertawa kecil
"Baik terimakasih Tuan" pamit Arm, ia segera meninggalkan New dan juga Bright.
o0o
Pletak
Arm menyentil kepala Off dari arah belakang, Off hanya menggaruk kepalanya pelan
"Gue kira setan" cibir Off kesal
"Mana Gunsmile?" tanya Arm
"Ah elah lo kesini cuma nyariin Gun, bantuin gue dong bersihin ini kolam" pinta Off, jari telunjuk Arm melambai
"Tentu saja tidak, mana liat Gunsmile kaga?"
Off mendekat kearah Arm dan meraih leher Arm
Off menunjuk satu titik dimana Gunsmile berada.
Arm mengangguk paham, pantas saja Gunsmile tidak pernah merasa lelah selama disini
Arm berjalan dengan langkah kaki yang lebar dan menghampiri Gunsmile.
KAMU SEDANG MEMBACA
Attachment Disorder (End)
Non-Fiction'You can be afraid of anyone, but not me' -Tay tawan vihokratana 'You are only obsessed with my body but not with my heart' -New thitipoom techaapaikhun ❌DON'T COPY MY STORY❌ •Di edit jika udah selesai, mohon maaf kalau banyak Typo bersebaran...
