Malam ini New duduk dikursi balkon kamar Tay, air matanya sudah bercucuran dipipi nya, ia merasakan perih dari hati nya yang begitu dalam.
New mencoba untuk melupakan kejadian yang amat mengerikan tadi dari pikiran nya, namun sulit sekali. Luke mengetuk pintu kamar Tay dan New membuka kan nya.
Luke berjalan menghampiri New yang duduk dikursi balkom kamar Tay, tangan kanan nya membawa baskom kecil dan juga es batu serta handuk kecil berwarna biru muda.
Luke menyodorkan barang tersebut, New meraih nya, ia memasukkan handuk kecil nya kedalam air berisi esbatu dan sesekali menaruhnya diatas luka nya.
"Kalau butuh apa apa. Panggil aku atau yang lain nya" pinta Luke, New mengangguk
New semakin menangis saat Luke pergi meninggalkan New, sekujur tubuhnya sangat lemas mengingat kejadian tadi.
New duduk di lantai yang terbilang dingin disana, kaki nya ia tekuk dan tangan nya memeluk erat kedua kaki nya.
New menenggelamkan wajahnya dengan kaki nya, air matanya masih terus mengucur, perasaan nya masih terasa sakit dan juga sedih.
Pukul 22.00 malam.
Tay menyalahkan lampu kamarnya, ia melihat jelas bahwa pintu kearah balkon kamarnya terbuka. Ia mencari keberadaan New didalam kamarnya, dan menemukan New yang tergeletak dibalkon kamarnya dengan tubuh yang menggigil.
Tay segera membopong New menuju ranjang tidurnya, ia memakaikan selimut di tubuhnya, lalu meraih ponselnya untuk menelpon seorang Dokter.
Hanya butuh 10menit, Namtan, teman sekaligus Dokter andalan Tay telah datang.
Dengan cepat Namtan memeriksa keadaan New
"Bagaimana?" tanya Tay, Namtan berjalan menghampiri Tay
"Pacar anda cuma kelelahan" jawab Namtan
"Hanya?" Tay mencoba meyakinkan nya, Namtan mengangguk
"Mental nya tertekan, otak nya memikirkan hal yang tidak seharusnya ia fikirkan" ujar Namtan
"Dan terdapat luka lebam merah diarea mata kanan nya" sambung Namtan
Tay menghampiri New dan segera melihat luka tersebut. Benar saja ia menemukan luka bekas tamparan didekat mata kanan nya.
Siapa yang berani melakukan ini pada Hin nya?
Tay berjalan gusar menuruni anak tangga, ia harus menemui Luke dan meminta penjelasan tentang Hin nya
"Hin gue kenapa?" tanya Tay saat masih baru saja memasuki kamar Luke.
Luke yang tidak mengerti pun hanya terdiam, alisnya mengangkat satu
"New, kenapa?" tanya nya lagi, Luke mengangguk paham
"Urusan sama mantan kekasih lo" jawab Luke, wajah Tay berubah menjadi tajam, tangan nya mengepal
"Mild?" tanya nya, Luke mengangguk, dengan cepat Tay pergi meninggalkan kamar Luke.
o0o
Kini Tay terbangun dari tidurnya, tangan nya masih memeluk erat Hin nya.
Tay mencium jidat New, lalu beranjak dari kasurnya.
Tay berjalan menuruni anak tangga nya, ia berjalan menuju dapur.
"Pagi Luke" sapa Tay dengan senyum cerah diwajahnya
Luke yang sedang mengunyah sandwich nya terhenti sejenak
"Lo sehat?" tanya Luke, Tay tertawa kecil
"Ya jelas dong" jawab Tay tak mau kalah
"Btw gue bakal bawa Hin ke Malang lagi, gue mau jauhin dia sama Mild" ucapnya, Luke membulatkan matanya
"Lo harus minta persetujuan New dulu Tay" ujar Luke, Tay mengangguk
"Tanpa butuh persetujuan dia, gue tetap bawa dia" jawabnya, Luke hanya mengangguk angguk saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Attachment Disorder (End)
Saggistica'You can be afraid of anyone, but not me' -Tay tawan vihokratana 'You are only obsessed with my body but not with my heart' -New thitipoom techaapaikhun ❌DON'T COPY MY STORY❌ •Di edit jika udah selesai, mohon maaf kalau banyak Typo bersebaran...
