34

172K 11.6K 515
                                        

Hallo, apa kabar? ☺️

Rindu Ayah Darsa nggak?

Atau rindu author ? 😚

Happy reading 💓

°
°
°


"Sena badannya panas, Yah." Ujar Wulan saat Darsa memasuki kamar selepas pulang dari ngobrol dengan bapak-bapak di pos ronda

"Lho, tadi gapapa gitu."

"Ya Mamah nggak tau, dari tadi nggak tenang tidurnya, terus badannya anget."

Darsa pun dengan wajah khawatirnya pun mendekati anaknya yang berada dalam gendongan sang istri sembari mimi dan sesekali menggeliat tak nyaman, merasakan badannya sedang tidak enak.

Disentuh dahi Sena dengan punggung tangannya, memastikan suhu tubuh sang anak. Ternyata memang benar, suhu tubuh Sena panas. Sena yang melihat sang Ayah pun melepas mimi dan menatap Ayahnya dengan mata berkaca-kaca.

"Kompres dulu ya?" Tanya Darsa pada Wulan

"Udah tak kompres, tapi nggak nyaman dianya."

"Dikasih obat?"

"Mamah takut, nggak berani kasih obat dulu. Apa tak tumbukkan kunyit yo, Yah?" Ingat Wulan ketika Rama sakit pun dia juga buatkan air rebusan kunyit, bisa saja dicampur dengan madu agar ada rasa manisnya

"Yawes, biar sama Ayah dulu."

Wulan pun memberikan Sena pada Darsa. Dia begitu panik, melihat keadaan Sena yang tidak seperti biasanya. Tak ingin menunggu lama, Wulan pun segera pergi ke dapur untuk membuat air rebusan kunyit untuk putranya

Bahkan sampai menjelang pagi pun Sena tidak bisa dapat tidur dengan tenang, dia bahkan sering kali merengek menangis dan menolak mimi saat sang Mamah menyodorkan mimi ke mulutnya

Darsa dan Wulan pun tidak bisa tidur semalaman, bahkan Dania yang terbangun untuk sholat tahajud pun sampai datang ke rumah mereka karena mendengar tangisan Sena yang begitu kencang, tidak seperti biasanya

Wulan yang tidak tega melihat anaknya pun hanya dapat menangis, andai bisa digantikan rasa sakit itu dia rela agar dia saja yang sakit, jangan anaknya

"Tidur, Dan?" Tanya Darsa pada Dania, dirasa Sena sudah sedikit tenang dalam gendongan Dania mereka merasa sedikit tenang diwaktu menjelang subuh

"Udah agak tenang, Mas. Kasihan sampai netes air matanya." Jawab Dania

"Besok pagi langsung periksa ke Puskesmas aja ya, Mah?"

Wulan yang sudah tidak bisa berfikir jernih pun, hanya mampu memandang suaminya pasrah dan mengangguk menurut. Sebenarnya Darsa kasihan dengan istrinya semalaman tidak tidur, sebelum ada Dania yang menggantikan Wulan menggendong Sena dan membantu menenangkan, karena memang sejak semalam Sena tidak ingin lepas dari gendongan Mamahnya, tidak ingin dilepas Wulan barang sejengkal.

"Udah, gapapa. Jangan malah ditangisi Mah, Sena gapapa, cuma memang lagi dikasih sakit sekarang." Ujar Darsa berusaha menenangkan Wulan, bukannya tenang, air mata Wulan semakin memberontak ingin keluar dan dia sudah tidak bisa menahan tangisnya mengingat kondisi semalaman ini

"Kayak e emang mau tumbuh gigi lagi, Mah, ini si Sena. Makanya dia rewel nggak kayak biasanya, sampai demam gini." Gumam Dania pada Wulan, dan Wulan memang membenarkan perkataan Dania

"Iya, itu yang atas mau tubuh lagi. Wong tadi tak kasih mimi aja nggak mau, sekalinya mau malah kayak mau gigit-gigit gitu."

"Wes, ndak papa. Sena mau mundak pinter."

Istri Mas DarsaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang