Nampak Salju sedang mengerjakan tugas dengan serius di perpustakaan.
Jam istirahat Salju memilih mengerjakan tugas di perpustakaan, kedua sahabatnya mencoba mengajak Salju untuk ke kantin tapi Salju menolaknya.
Sebenarnya Salju bukannya menolak ajakkan kedua sahabatnya untuk ke kantin, tapi Salju hanya tidak ingin bertemu dengan Aldi.
Semenjak kejadian Salju dan Aldi yang bertemu di depan mini market, sejak saat itu Aldi bersikap layaknya orang asing ketika berpapasan dengan Salju.
Tidak berbeda jauh, Salju pun juga menjaga jarak dan menghindari pertemuan dengan Aldi.
Tapi hati Salju merasa sedih di saat Aldi bersikap tidak mengenali dirinya, sebagian diri Salju terasa hilang.
“Kenapa sekarang terasa sangat sulit?!” Salju sangat frustasi dan membuat dirinya sangat lelah.
Salju merebahkan kepalanya dia atas meja dengan tangannya yang menjadi bantal.
Tidak jauh dari meja Salju, Rangga berdiri dengan tangan yang memegang minuman soda.
Dengan langkah perlahan Rangga berjalan menghampiri Salju, ide jahil pun seketika muncul di kepala Rangga.
Rangga menempelkan minuman soda yang dingin itu ke pipi Salju, sontak membuat Salju terkejut dan bangun dari posisi tidurnya.
“Ganggu aja sih lo!” sungut Salju kesal seraya memukul pundak Rangga.
“Serius banget sih neng, gue bercanda kok.” ujar Rangga dengan wajah jahilnya.
“Ngapain lo di sini? Perpustakaan bukan lo banget kan.”
“Gue cuman mau nganterin titipan aja.”
“Titipan?” Salju bingung dengan ucapan Rangga.
Sedangkan Rangga hanya tersenyum tipis seraya menaruh minuman soda yang dibawanya itu kehadapan Salju.
Terlihat kening Salju mengerut saat melihat minuman soda yang di taruh Rangga di hadapannya.
“Apaan nih?” tanya Salju.
“Ini dari Aldi, Aldi tau kalau lo mau ngindarin dia.” ucap Rangga dengan wajah serius.
“Aldi?”
“Sal, apa lo nggak bisa ikhlasin Yuda sampai sekarang? Ini semua udah takdir Tuhan Sal, bahkan Aldi juga tersiksa sama kepergian Yuda.”
“Lo tau rasanya berada di dalam jurang yang gelap dengan satu lampu nggak? Lo akan ngerasain satu lampu itu sangat berharga buat nerangin hidup lo, tapi tiba-tiba lampu itu mati dan seketika lo tidak bisa melihat apapun karena gelap. Hidup gue gelap seketika saat Yuda pergi Ga.” seketika Rangga pun terdiam.
Rangga merasa bersalah karena sudah menyudutkan Salju. Rangga tau bahwa Yuda lah penerang Salju, karena Yuda selalu ada untuk Salju.
Tapi di satu sisi Rangga juga ingin melihat Salju dan Aldi kembali membaik, karena Rangga tau bahwa Aldi sangat tulus mencintai Salju.
Sedangkan Salju mengambil minuman soda dari pemberian Aldi itu dengan menatapnya dengan sendu.
Salju merasa bahwa Aldi hadir disampingnya saat Salju memegang minuman soda itu.
“Gue bukan nyalahin Aldi, tapi gue hanya butuh bukti. Apa menurut lo gue nggak ada perasaan sama Aldi? Lo harus tau bahwa sekarang hati gue sudah memilih Aldi, tapi karena masa lalu yang terbuka membuat hati gue terluka lagi Ga.” tidak ada yang tau sebenarnya hati Salju terluka karena berjauhan dengan Aldi.
“Maafin gue Sal, gue nggak maksud nyudutin lo.” Rangga sangat merasa bersalah karena sudah membuat Salju bersedih.
Tanpa Salju sadari bahwa di balik belakang rak buku, Aldi berdiri dengan wajah sedih saat mendengar semua ucapan Salju.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alsa (END)
Teen FictionAldi Mahesa adalah cowok berparas tampan menjadi idola semua siswi SMA Ganesha. Aldi adalah orang yang paling ditakuti karena ia adalah pemimpin "GENG DEVIL". Aldi sangat anti dengan perempuan kecuali terhadap Legi Wijaya teman masa kecil dan cinta...
