Insiden

2.4K 354 71
                                        

Lintang menggelengkan kepalanya melihat Aldi yang terlihat sangat frustasi karena memikirkan masalah bagaimana mengeluarkan Hasta dari penjara.

Untung saja tidak ada pihak sekolah yang mengetahui tentang Hasta yang masuk penjara.

Atas bantuan dari papahnya Bara, kasus Hasta tetap aman dari jangkauan umum.

Sekarang Aldi dan yang lain bingung bagaimana caranya mengeluarkan Hasta dari penjara, padahal saat di tes urin Hasta di nyatakan negatif.

Tapi seperti ada seseorang yang mempersulit prosedur kebebasan Hasta. Bahkan Bara saja tidak bisa menyelidiki di balik semua masalah ini. Aldi sangat kehabisan akal untuk mengeluarkan sahabatnya itu.

“Gue sudah kehabisan akal, bagaimana bisa barang bukti itu ada di mobil Hasta?”  Aldi yang frustasi pun seraya meremas rambutnya dengan kasar.

“Gue ada satu cara buat kita bisa ketemu dengan si tato bunga mawar itu dan bisa bebasin Hasta.” ucapan Bayu membuat semua tertuju ke arahnya.

“Bagaimana caranya?” tanya Rangga.

“Kita harus panggil Elvano.” seketika mata Aldi menghunus tajam ke arah Bayu.

Bayu yang di tatap seperti itu pun hanya bisa menghela nafas pelan. Sedangkan Lintang yang melihat Aldi seperti itu sudah biasa, karena Lintang tau bahwa Aldi tidak suka jika berhubungan dengan Elvano yang tak lain adalah musuhnya.

“Dengerin gue dulu Al, maksud gue kita harus bekerja sama dengan Elvano buat mengetahui siapa sebenarnya si tato bunga mawar itu. Apa lo nggak mau tau siapa pelaku pembunuh kakak lo?!” ujar Bayu.

“Dan hanya Elvano kunci kita sekarang, karena hanya dia yang bisa selidikin anggotanya sendiri.” lanjut Bayu.

Rangga yang mendengar penjelasan Bayu pun membenarkan hal itu, karena hanya Elvano yang bisa mengetahui kebenarannya siapa si tato bunga mawar itu. Elvano yang sebagai ketua dari BARAGAN bisa menyelidiki anggotanya sendiri.

Tapi Rangga tau Aldi akan menolak saran ini, karena Aldi dan Elvano tidak bisa di pertemukan karena setiap pertemuan mereka berdua akan berakhir dengan adu jotos. Terlihat Aldi terduduk sambil mengusap wajahnya dengan kasar.

Aldi bingung harus melakukan apa dalam situasi seperti ini. Aldi sangat membenci Elvano, dirinya dan Elvano selalu menjadi rival dalam geng atau pun kompetisi perlombaan bela diri. Tapi di satu sisi apa yang di ucapkan Bayu itu benar.

“Hari ini gue akan ketemu sama Elvano.” Sontak semua yang mendengar ucapan Aldi terkejut.

“Beneran?!” Bayu sangat syok mendengar ucapan Aldi, bagaimana tidak seorang Aldi mau untuk bertemu dengan musuh besarnya itu.

Bagi Rangga ini bagaikan keajaiban Aldi mau bertemu dengan Elvano.

“Al lo mau ketemu sama Elvano buat bahas Hasta kan? Bukan buat ancurin muka itu anak kan?!” Bayu mengguncang tubuh Aldi, karena Bayu tidak percaya dengan ucapan Aldi yang baru saja keluar dari mulutnya.

“Apaan sih lo? Lebay.” ucap Aldi dengan muka datarnya.

“Al kita semua ikut kalau lo mau ketemu sama Elvano. Buat jaga kalau lo lepas kendali.” ujar Lintang.

“Nggak, gue berangkat sama Bara aja. Lo pada tunggu di sini aja.” sahut Aldi.

Mendengar ucapan Aldi, mereka bertiga pun hanya bisa diam menuruti perintah Aldi.

Lagi pula Lintang tau ini pembicaraan antar ketua geng dan pembahasan luka masa lalu, jadi Lintang tidak bisa ikut campur lebih dalam lagi antara Aldi dan Elvano.

Alsa (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang