"APAAA!!!" suara teriakan Bayu.
"Lo juga sih pulang duluan, jadi lo nggak liat betapa beringasnya Aldi malam tadi." ujar Hasta seraya menghembuskan asap rokoknya.
"Baru malam tadi gue liat sisi iblis Aldi." Rangga merinding takut.
"Gue nggak pernah liat Aldi segila ini selamatin cewek. Bahkan waktu Legi di godain sama anak futsal, dia nggak segila ini." ucap Hasta.
Seketika Rangga terdiam mendengar ucapan Hasta. Rangga merasakan hal yang tidak baik akan terjadi, entah kenapa Rangga merasa kalau Aldi mulai suka dengan Salju.
Rangga selalu mendapati Aldi yang selalu menatap Salju saat di kantin.
"Apa mungkin Aldi suka sama Salju ya? Kalau tebakan gue benar, maka hal buruk akan terjadi." ujar Rangga dalam hati.
"Sayang banget gue nggak liat secara live kemaren." ucap Bayu sambil menganggukkan kepalanya.
Berbeda di tempat lain Aldi sedang bermain basket sendirian di lapangan sekolah.
Pikiran Aldi kacau semenjak malam tadi di mana Salju melihat keberutalan dirinya membuat Aldi tidak tenang.
Pagi tadi Aldi sengaja menunggu Salju di parkiran, tapi Aldi tidak melihat Salju sama sekali.
Bahkan Aldi pergi ke perpustakaan dan sanggar seni untuk mencari Salju, tapi Salju juga tidak ada di sana.
Dari malam tadi hati Aldi tidak tenang semenjak melihat tatapan Salju yang ketakutan dengan dirinya.
Bahkan Aldi sendiri pun bingung kenapa dia bisa seberutal itu memukul orang ketika melihat kaki Salju luka dan berdarah.
"Gue hampir gila cari tuh cewek!" ucap Aldi dengan helaan nafas berat.
"ALDI..." teriak seseorang yang suaranya sangat Aldi kenal yaitu Legi.
Dari kejauhan Aldi melihat Legi yang tersenyum ceria ke arahnya seraya memanggil namanya membuat Aldi pun senang.
Aldi pun memberi isyarat pada Legi untuk menghampirinya. Legi yang melihat pun tersenyum manis dan langsung berlari menghampiri Aldi yang sedang berdiri di pinggiran lapangan.
Legi langsung memeluk Aldi dan di balas Aldi dengan elusan di kepala Legi lembut.
"Kenapa? Lagi senang ya?" tanya Aldi dengan melepaskan pelukan Legi pelan.
"Iya gue senang banget Al hari ini, kata ibu Susi gue bisa ikut olimpiade komputer." ucap Legi dengan senyum lebarnya.
"Kok bisa? Katanya kemaren udah ada yang ngisi."
"Iya, kemaren Salju yang mau di kirim tapi katanya Salju mengundurkan diri jadi gue deh yang di kirim."
Seketika Aldi membeku mendengar ucapan Legi, Aldi jadi penasaran kenapa Salju sampai mengundurkan diri dari perlombaan olimpiade.
Sontak Aldi teringat dengan perlombaan lukis dirinya dan Salju yang gagal.
Semenjak perlombaan lukis itu gagal, Salju lebih sering mengurung diri di ruang sanggar seni.
Hal itu membuat Aldi merasa bersalah, karena dirinya perlombaan lukis yang sangat di inginkan Salju gagal.
Aldi tau dari Lintang kalau perlombaan lukis itu adalah perlombaan yang sangat ingin diikuti Salju.
"Kayanya gue banyak salah sama tuh cewek." ucap Aldi dalam hati.
"Al, Aldi! kok lo ngelamun sih." ucap Legi seraya memukul pelan tangan Aldi, dan itu membuat Aldi tersadar dari lamunannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alsa (END)
Novela JuvenilAldi Mahesa adalah cowok berparas tampan menjadi idola semua siswi SMA Ganesha. Aldi adalah orang yang paling ditakuti karena ia adalah pemimpin "GENG DEVIL". Aldi sangat anti dengan perempuan kecuali terhadap Legi Wijaya teman masa kecil dan cinta...
