BAB 12 - ALASAN TERDIAMNYA SAMUDERA

43.9K 4.4K 383
                                        

Hello comeback again! Seperti biasa ya, sebelum baca vote dulu! Yang siders juga kali-kali muncul, oh iya boleh juga kalian share cerita aku ke temen-temen kalian ya🥰

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hello comeback again! Seperti biasa ya, sebelum baca vote dulu! Yang siders juga kali-kali muncul, oh iya boleh juga kalian share cerita aku ke temen-temen kalian ya🥰

Kalau ada typo tandain aja ya👾

Semoga suka sama part ini💜🏴‍☠️

- Happy Reading -

12. Alasan Terdiamnya Samudera.

"Lo bosen gak sih ngeliat tuh Jamet?"

Bimo berulang kali menghembuskan napas lelah mendengar ucapan kembarannya itu. Nasib mempunyai teman yang tidak pernah lurus, ditambah kembarannya yang mempunyai otak yang ia yakini sepertiga dari otak pintarnya ini. Bimo bukannya sombong tetapi itu memang benar, setiap hari Bimo mendengar amukan dari Maminya tentang nilai Bisma, yang bodohnya sama sekali tidak dihiraukan cowok itu. Paginya Bisma tobat dan mulai ambis, malamnya pergi ke club atau mengikuti balap liar. Bagaimana usaha cowok itu akan memperbaiki nilai kalau niat dari cowok itu tidak ada.

"Sadar diri. Lo juga gitu," balas Bimo.

Saat ini mereka berdua berada di kelas dan melihat Sadewa--yang biasa Bisma panggil Jamet ketika cowok itu tidak henti-hentinya menggoda teman cewek sekelasnya. Dasar tidak tahu malu, Sadewa membawa gitar di tangannya dan menyanyi didepan yang kata Sadewa adalah gebetannya. Untung suara Sadewa bisa dikatakan lumayan dalam bernyanyi, coba kalau tidak.

"Eitss, gue kayak gitu ke satu cewe aja bro, lah si Jamet ke semua cewe dia gituin," selak Bisma tidak terima.

Mereka sekarang melihat Sadewa berjalan ke arahnya dengan muka masam. Pasti ditolak lagi. Sesampainya di dekat Bimo dan Bisma, Sadewa meletakkan gitarnya di atas meja. Tangannya terlipat di dada sambil memikirkan sesuatu.

"Gak usah sok mikir anjir. Kemarin usaha lo ngasih bunga bejibun ditolak, sekarang nyanyi juga di tolak, kalau di pikir-pikir usaha lo itu gak guna." ucap Bisma yang sekarang disamping Sadewa.

"Gue harus apa lagi ya? Semuanya udah gue lakuin tapi si Jessica enggak tertarik sama gue,"

"Ya gimana gak tertarik. Jiwa fakboi didalam diri lo itu udah melekat, semua Rajawali tahu itu." ucap Bimo.

Bisma tertawa mengejek sekarang. Sadewa yang gencar memikat hati perempuan bisa sadboy juga.

"Aha! Gue tahu gimana Jessica biar tertarik sama lo," ucap Bisma kepada Sadewa.

Sadewa yang sedang bersandar di meja pun menegakkan tubuhnya. "Gimana? Gimana?" tanyanya antusias.

Bisma mulai membisikkan sepatah kata kepada Sadewa, tetapi sebelum itu ada seseorang yang berperawakkan laki-laki masuk ke dalam kelas mereka dan berhenti di depan meja Jessica.

SAMUDERA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang