BAB 51 - TERASA BERBEDA

29.2K 2.8K 658
                                        

As always vote dulu sebelum baca! Makin hari komennya dikit yuu komen, ramein part ini🥺💫

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

As always vote dulu sebelum baca! Makin hari komennya dikit yuu komen, ramein part ini🥺💫

Tandai jika ada typo atau penulisan kata aku gercep revisi!

Semoga suka sama part ini💜

– Happy Reading –

51. Terasa Berbeda.

SAMUDERA akhirnya tau akan rahasianya selama ini. Tidak banyak yang ia lakukan, ia hanya berdiri dengan perasaan gamang mendengarkannya. Rahasia yang ia tutupi bertahun-tahun berharap lelaki di depannya ini tidak mengetahuinya sudah sirna pada detik ini juga. Jasmin paling benci orang-orang mengetahui penyakitnya, ia merasa paling lemah, ditatap oleh orang-orang di sekitarnya. Tatapan penuh kasihan. Jasmin benci itu!

Jasmin mengetahui ungkapan selama apapun rahasia yang kita tutupi pasti akan terbongkar juga. Memang, ia sangat tau dan mengerti, pasalnya ia ingin Samudera mengetahuinya di waktu yang tepat. Jasmin tidak ingin Samudera memprioritaskan dirinya seperti manusia yang sangat butuh perlindungan. Dan, alasan kedua adalah ia takut dijauhi karena penyakitnya, ia trauma di tinggalkan oleh orang terdekatnya karena penyakit yang di alaminya ini.

Samudera meneliti kertas OSIS itu. Jasmin sudah mengisinya lengkap dengan tanda tangan di bawahnya. Hatinya panas membaca biodata Jasmin di kertas ini.

"Sam, jangan! Gue tetep mau ikut OSIS," Jasmin mengambil cepat kertas di tangan Samudera. Jasmin telah melihat Samudera akan merobek kertas yang ada di genggamannya itu.

"Jangan bawa-bawa penyakit gue disini. Lo udah tau 'kan sekarang gue menderita kelainan jantung? Jadi, tolong lo gak usah tatap gue seolah-olah gue manusia paling lemah di sini," ungkap Jasmin.

Samudera menatap tajam Jasmin. Lelaki itu tidak suka Jasmin berkata seperti tadi. Di pegangnya kedua sisi bahu kanan dan kiri Jasmin. Memaksa gadis itu agar mendongak kepadanya.

"Gue cuman mau lo baik-baik aja, Je." Mata biru Samudera menghunus menatap mata cokelat terang Jasmin. "Sesusah itu lo nurut sama gue?"

Jasmin menghempaskan kasar kedua tangan Samudera yang berada di bahunya. "Lo mau gue baik-baik aja karena gue punya kelainan jantung 'kan, Sam? Gue mohon sama lo, jangan bawa penyakit gue, ini yang paling gue benci dalam hidup gue, liat orang natap gue dengan tatapan kasian,"

"Lo mau gue baik-baik aja? Lupain ingatan lo tentang gue yang menderita penyakit. Karena, dengan lo mengingat itu semua, hati gue sakit. Hati gue sakit bahwa lo udah tau rahasia gue menderita kelainan jantung."

Setelah itu Jasmin mulai menyingkir dari hadapan Samudera. Tetesan demi tetesan air matanya sudah jatuh dan kini tangannya sesekali mengusap pipinya yang sudah basah.

SAMUDERA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang