[ BEBERAPA CHAPTER DI PRIVATE, FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA ]
- Kembalinya pertemuan menyebabkan luka -
Ini tentang Shaquille Samudera Manggala. Ketua Geng motor D'Handzels. Ia mempunyai sahabat yang bernama Caramel Aqiella Jasmine.
Berawal dari ke...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hayii peps! Sebelum baca vote dulu yaa jangan ada yg sider, komen juga sebanyak-bayaknya <3
🚫TAG jika ada typo atau penulisan kata, aku gercep revisi
Semoga suka sama part ini💜
- Happy Reading -
Kangen versi gue itu enggak bisa di jabarkan. Sorenya kita ketemu tapi sepuluh menit kemudian gue kangen lagi sama lo. Bukan tentang jarak, tapi tentang hati gue yang udah menetap di hati lo.— Shaquille Samudera Manggala.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
63. Dua Pahlawan Penjaga.
"HALO KAPTEN!!"
Jasmin memekik kencang ketika sambungan teleponnya sudah tersambung. Butuh waktu lama, menghubunginya. Perbedaan negara sangat sulit untuk mendapatkan sinyal satu sama lain. Jasmin hanya ingin memberikan info penting tetang kesehatannya kepada Daddy-nya. Bukan hanya itu, gadis itu juga ingin melepas rasa kangennya, sudah lama sekali Daddy-nya tidak pulang ke Indonesia.
"Halo, Princess Daddy, apa kabar Sayang?"
Jasmin tersenyum senang. Posisi gadis itu tengkurap sambil memeluk boneka donatnya. Rindu sekali dengan Daddy-nya.
"Baikk!! Aku baik banget. Mom, Abang juga disini baik semuaa. Dad, aku mau cerita sedikit, Daddy sibuk gak?"
Karena dengan bercerita semua rasa senang yang ada di dalam diri Jasmin dapat tersalurkan oleh pendengar.
"Enggak, Sayang. Kamu mau cerita apa? Daddy dengerin," jawab Daddy Jasmin di seberang sana.
Jasmin mengubah posisinya menjadi duduk bersila. Gadis itu selalu berantusias bila ber-cerita. "Daddy, aku punya kabar baik. Tadi, aku check up, kata Dokter Adya jantung aku membaik, aku seneng banget. Daddy pasti seneng dengernya," Jasmin tertawa pelan membayangkan ekspresi Daddy-nya di seberang sana.