[ BEBERAPA CHAPTER DI PRIVATE, FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA ]
- Kembalinya pertemuan menyebabkan luka -
Ini tentang Shaquille Samudera Manggala. Ketua Geng motor D'Handzels. Ia mempunyai sahabat yang bernama Caramel Aqiella Jasmine.
Berawal dari ke...
Hai semuanyaa sebelum baca jangan lupa vote dan tinggalin komentar di setiap paragraf ya!
BACA INI❗ Jangan bawa cerita orang lain ke dalam cerita aku. Jangan komen di luar cerita aku ya, masing-masing cerita punya lapaknya 🥰
Sebelum baca aku ingin meluruskan ya! Buat kalian yg udah ada di tahap ini. Kalian baca dari awal kan? Tolong ya baca dari awal, jangan setengah" soalnya banyak bgt yg nanya lagi padahal udh di jelasin di part sebelumnya.
Contoh : 1. Jeje mutusin Samudera karena penyakitnya ya? 2. Biarin aja Samudera ninggalin Jeje, biarin nyesel siapa suruh mutusin satu pihak.
Sebenarnya ada banyak tapi itu yg paling penting. Part sebelumnya udh aku jelasin, kalau kurang paham baca lagi pelan", jgn buru-buru. Jadi kalian ga jahatin satu tokoh aja 🥰
Target part ini 3k vote + 10k komen!! Komen dulu setiap paragraf baru spam next. Jangan spam next mulu tapi ga komen dari awal 🥰
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tuhan lebih banyak memberikan arti perpisahan yang sesungguhnya.
89. Jasmin & Inti D'Handzels.
JASMIN telah kembali bersekolah di Rajawali. Ketika kakinya sudah melewati gerbang Rajawali banyak pandangan mata ke arahnya. Banyak yang melemparkan raut wajah yang berbeda dari masing-masing yang memperhatikannya tetapi Jasmin tidak peduli. Gadis itu menatap diam seolah tidak menyadari bahwa ada banyak pasang mata yang menatapnya.
Kakinya berhenti sejenak ketika radius satu meter terdapat beberapa karangan bunga.
Selamat jalan murid kesayangan kami.
Selamat tinggal Ketua D'Handzels.
Selamat tinggal Pemimpin 110 anggota.
Jasmin berhenti melangkah. Matanya membaca satu persatu karangan bunga yang berdiri persis koridor utama. Jasmin mendongakkan kepalanya.
Jangan nangis lagi.
Jasmin menarik sudut bibirnya, gadis itu terlihat berbeda sekali seperti biasanya yang selalu menampilkan senyuman lucunya kepada siapa pun.
"Jasmin!!" Mawar datang dengan napas yang terengah-engah dari koridor samping. Gadis itu menatap khawatir ke arah Jasmin.
"Kenapa enggak langsung ke kelas aja? Lo bisa hubungin gue minta lo jemput. Pasti gue jemput," kata Mawar perhatian.