[ BEBERAPA CHAPTER DI PRIVATE, FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA ]
- Kembalinya pertemuan menyebabkan luka -
Ini tentang Shaquille Samudera Manggala. Ketua Geng motor D'Handzels. Ia mempunyai sahabat yang bernama Caramel Aqiella Jasmine.
Berawal dari ke...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Enjoiii langsung aja baca! Ga bosen lah ya aku ingetin vote dulu sebelum baca💫
Menemukan typo dan penulisan kata langsung tandain aja nanti aku gercep revisi🐳
Semoga suka sama part ini💜
- Happy Reading -
Setiap orang punya cara masing-masing untuk perlakuin orang yang kita sayang, begitupun dengan gue. Kalau gue paksa lo lakuin hal yang gak lo suka, lo jangan marah, karena itu bentuk rasa sayang gue. - Shaquille Samudera Manggala.
50. Menjaga Bukan Menyakiti.
SUARA semangat ketika Jasmin berbicara memenuhi kamar Samudera. Gadis itu sesekali menampilkan senyum manisnya saat berbicara mengenai yang bersangkutan dengan Osis. Jasmin tak sadar akan kehadirannya disini adalah untuk memberikan beberapa materi untuk Samudera. Lelaki di depannya pun hanya diam tak bergeming mendengar celotehan panjang Jasmin.
Jasmin tersadar, gadis itu menyampirkan anak rambut di sisi kananya ke belakang. Matanya bertemu dengan mata biru Samudera, cowok itu memandangnya cukup berbeda saat ini. Seperti ada sesuatu yang ingin Samudera ucapkan tetapi ditahan.
"Sorry, gue terlalu semangat cerita sama lo."
Jasmin mulai membuka buku yang sedari tadi di di letakkan di pahanya, membukanya pelan sambil melirik ke arah Samudera, tepat di depannya. Samudera masih memandang dengan intens.
Tidak bisa dipungkiri dirinya salah tingkah Samudera menatapnya begitu intens, tetapi kali ini berbeda. Mata biru Samudera yang biasa memandangnya teduh penuh kelembutan kini berubah menjadi dingin. Seolah sadar Jasmin membalas tatapannya, Samudera segera membuka buku yang tadi di bawanya dengan cepat. Tanpa memandang gadis di depannya.
Kurang lebih satu jam mereka berdua melalui kegiatan belajarnya hari ini. Jasmin dengan sabar menjelaskan beberapa kali, kala Samudera yang kurang memahami apa yang ia ucapkan. Tidak ada candaan kali ini, berbeda dengan hari sebelumnya cowok itu sering kali setiap beberapa menit sekali selalu menjahili Jasmin, entah menarik pelan rambut Jasmin, mengacak rambut Jasmin, atau hal lainnya.
Jasmin membereskan bukunya. Waktu belajar hari ini sudah selesai. "Perasaan gue aja apa gimana, lo marah, Sam sama gue?" ucap Jasmin kepada Samudera yang terlihat sibuk bermain handphone. Samudera bahkan tak melihat ke arahnya.
"Maksud gue, lo keliatan beda. Biasanya lo ngomong terus sama gue, apa gue terlalu kecepatan jelasin materi sama lo?" ucap Jasmin lagi.
Samudera meletakkan handphone-nya. Menghela napas, tangannya memainkan pensil yang ada di jarinya, memutarnya sembarang arah.