BAB 20 - TOKOH YANG HILANG

42.2K 3.7K 383
                                        

Hello welcome wilayah D'Handzels🏁 aku mau ngingetin sebelum baca, vote dulu ya cantik🥰

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hello welcome wilayah D'Handzels🏁 aku mau ngingetin sebelum baca, vote dulu ya cantik🥰

Tandai typo atau penulisan kata ya💅

Semoga suka sama part ini💜

- Happy Reading -

20. Tokoh Yang Hilang.

Udara malam nan sejuk adalah kesukaan Jasmin, gadis itu menyukai udara sejuk ketika malam hari entah mengapa, seperti hal nya malam ini, pintu kaca balkon ia biaran terbuka yang membuat tirai putih berterbangan pelan. Jasmin memejamkan matanya sejenak, sedari tadi gadis itu duduk didepan meja belajarnya sambil membaca buku random sesekali menyeka rambutnya yang jatuh dikarenakan angin yang menerpanya. Sudah satu jam terlewati gadis itu merasa tubuhnya dingin dan tenggorokannya gatal, segera ia ambil pembatas buku dan menutupnya agar bisa ia melanjuti membacanya nanti.

Jasmin berdiri sambil mengikat rambutnya asal, kakinya mencari sendal bulu bewarna pink lucu. Jasmin ingin kebawah mengambil air minum.

"Sayang," panggil Mommy gadis itu ketika Jasmin sudah sampai didapur.

Jasmin membalas senyuman Mommynya dan memeluk nya sebentar, tangannya membuka kulkas dua pintu itu dan mengambil air minum dari sana.

"Mommy lagi ngapain?" tanya Jasmin disela-sela minumnya. Tangannya kembali menaruh botol minum itu ke dalam kulkas.

"Ini sayang Mommy ada kue banyak dari temen, karena kebanyakan Mommy mau kasih ke tante Mira." ucap Mami gadis itu.

Jasmin mangut-mangut mengerti, Mommy nya ini memang mempunyai banyak teman sosialita, tak heran Jasmin setiap pulang Mommy nya itu membawa banyak ragam kue ataupun barang.

"Oh iya Mommy mau nanya boleh?" tanya Mami dari gadis itu.

Dahi Jasmin mengkerut, langkahnya mendekat ke arah Mommy yang sekarang duduk di kursi pantry. "Boleh," jawab Jasmin yang sekarang sudah duduk dihadapan Mommynya.

Hanna mengelus rambut anak perempuan satu-satunya ini. "Kamu ada masalah? Kata Mbak kemarin dia liat kamu nangis pulang, ada apa sayang? Mau cerita sama Mommy?" ucap Hanna dengan hati-hati.

Jasmin termenung. Jadi, Mommynya sudah tahu? Bagaimana ini, dirinya tidak mungkin bilang bukan ada masalah dengan Samudera sepulang dengan pesta itu.

Setelah lama berdiam diri Jasmin mencoba berbicara walaupun sulit. "Aku--,"

Hanna menghela napas pasrah. Mungkin anaknya ini tidak mau bercerita kepadanya, ia pun mengerti. "Gak apa-apa kalau kamu gak mau cerita. Mommy ngerti, tapi kamu kalau dijahatin sama orang atau siapapun kamu harus cerita sama Mommy ya?" ungkap Hanna. Tangannya kembali mengelus-elus rambut anaknya itu.

SAMUDERA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang