[ BEBERAPA CHAPTER DI PRIVATE, FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA ]
- Kembalinya pertemuan menyebabkan luka -
Ini tentang Shaquille Samudera Manggala. Ketua Geng motor D'Handzels. Ia mempunyai sahabat yang bernama Caramel Aqiella Jasmine.
Berawal dari ke...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hallo peps!!♡ vote dulu yuk sebelum baca, ramein kolom komentar, kalau rame aku up lebih cepet lagi peps🤑 karena part kemarin lebih rame dari biasanya jadi aku up cepet yeayy niatnya mau besok hehe, ini berlaku buat part ini juga ya!
TAG jika ada typo atau penulisan kata, nanti aku revisi💫
Semoga suka sama part ini💜
- Happy Reading -
"Tau apa yang paling gue suka dari lo? Senyuman lo. Itu yang bikin gue tertarik." -Shaquille Samudera Manggala.
56. Siapa Yang Berhak Di Sisinya.
SEORANG gadis yang memakai dress merah ketat sedang merapikan hiasan makeup yang ada di matanya. Tangannya dengan lincah menyapukan eyeshadowbewarna peach ke kelopak matanya. Penampilannya sangat glamour hari ini. Kumpulan perempuan yang berada di satu ruangannya pun memperhatikannya sedari tadi. Gadis itu menarik dilihat dari sisi manapun, bahkan perempuan banyak yang tidak dapat mengalihkan pandangannya.
Gadis yang di kerap di beri nama Zeeline.
Gadis tinggi, mempunyai rambut yang sekarang di cat pirang itu sekarang berjalan ke arah tasnya yang terletak di sudut ruangan.
"Friska!" teriak seseorang dari arah belakang Zee.
"Wow, seperti biasa lo memang selalu cantik, Fris! Pantes lo kesayangan Mami," ucap gadis berambut sebahu yang tepat di samping Zee.
Mendengar kata 'Mami' sontak membuat pembicaraan teman-temannya, banyak yang berbisik-bisik sambil melemparkan lirikan sinisnya ke arah Zee. Zee memang kesayangan Mami, pemilik Club 88. Gadis itu selalu membuat Mami senang karena pesona Zee tidak main-main.
Zee menghela napas lelah. Matanya sekarang menatap gadis berambut sebahu itu.
"Pliss, call me Zee, not Friska," ucap Zee.
Gadis berambut sebahu itu tertawa. Tawanya membuat Zee memutar matanya jengah. "Okey, okey beib. Zee? Itu 'kan yang lo mau?" ucap rambut sebahu itu sambil tertawa.
Zee pun meninggalkan temannya itu. Sontak temannya pun mengikutinya dari belakang. Dari lorong yang Zee lewati terdengar suara musik yang sangat keras serta cahayanya kelap-kelip. Dengan anggun Zee berjalan menuju salah satu meja bar, temannya masih mengikuti.
Temannya yang berambut sebahu itu mendekatkan mulutnya ke arah telinga Zee agar suara berbicaranya terdengar oleh temannya.