BAB 47 - TERUNGKAPNYA SEBUAH RAHASIA

35.7K 3K 528
                                        

Holaaa peps!!♡ Gasss ngengg baca sebelum itu vote dulu yaaa, komen dibawah supaya part ini tambah rame! <333💫

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Holaaa peps!!♡ Gasss ngengg baca sebelum itu vote dulu yaaa, komen dibawah supaya part ini tambah rame! <333💫

TAG jika ada typo atau penulisan kata ya, aku gercep revisi ulang🧚‍♀️

Semoga suka sama part ini💜

— Happy Reading —

Saat pertama kali perasaan ini masih sama sampai sekarang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Saat pertama kali perasaan ini masih sama sampai sekarang. Tapi apakah kamu mempunyai perasaan yang sama seperti yang aku rasakan? —Caramel Aqiella Jasmin.

47. Terungkapnya Sebuah Rahasia.

Pukul 01.17 AM

Angin malam yang menusuk tubuh Samudera tak dihiraukan oleh cowok itu. Dengan tubuh yang porsial, Samudera meletakkan kedua lengannya diatas pembatas balkon. Matanya lurus menatap taman kecil rumahnya yang letaknya tepat di bawah balkon Samudera. Komplek rumah Samudera sudah sepi, tidak ada motor atau mobil yang biasa dilaluinya. Samudera tidak bisa tidur, banyak sekali kata-kata yang memenuhi otaknya sekarang. Termasuk, pembicaraan singkatnya dengan Lion sewaktu di rumah sakit pekan lalu Jasmin dirawat. Gadis itu memenuhi sebagian otak kecilnya sekarang. 

Lion menyandarkan punggungnya di kursi putih rumah sakit, kepalanya di tegakkan sembari menghela napas lelah. Samudera yang disampingnya masih memperhatikannya dengan seksama, hatinya tidak karuan menunggu Lion berucap kembali. Khawatir dan takut menjadi satu di di dalam diri Samudera.

Lion menghadap lurus ke depan. Terlihat tembok yang putih bersih, tangannya diam-diam terkepal.

"Kelainan jantung." ucap Lion akhirnya. Lion sangat berat mengucapkan itu.

Samudera yang mendengarnya merasa aliran darah ditubuhnya terhenti seketika. Saraf otaknya melambat, bibirnya kelu tidak bisa berucap apa-apa lagi. Detak jantungnya seolah terhenti mendengar dua kata yang Lion ucapkan. Cowok itu seperti ditampar oleh keadaan.

SAMUDERA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang