[ BEBERAPA CHAPTER DI PRIVATE, FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA ]
- Kembalinya pertemuan menyebabkan luka -
Ini tentang Shaquille Samudera Manggala. Ketua Geng motor D'Handzels. Ia mempunyai sahabat yang bernama Caramel Aqiella Jasmine.
Berawal dari ke...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hayiii peps!♡ kembali lagi haha, oke sebelum baca vote dulu biasakan!🍰
Oh iyaa, pen jelasin sedikit, part sebelumnya banyak yg ngira ending ya? Itu bukan peps! Perjalanan mereka masih panjang, kita nikmatin yaa alurnya🥰
🚫TAG jika ada typo atau penulisan kata, aku gercep revisi
Semoga suka sama part ini💜
– Happy Reading –
62. Rasa Sayang Ketua Kepada Gadis Donat.
Pukul lima lewat sepuluh menit sore.
Jaket Lazer's milik Nathan di tarik kasar oleh Rion. Mata tajam Rion menghunus menatap mata Nathan yang tak kalah tajamnya. Anggota Lazer's lainnya hanya menonton aksi mereka berdua. Perseturuan antar Ketua hanya dilibatkan oleh Nathan dan Rion, tidak ada yang boleh mencampuri urusan keduanya. Bahkan Roby yang posisinya—Wakil Lazer's tak berani angkat suara, semuanya seakan bungkam oleh kemarahan Rion kali ini.
Roby merasa sisi gelap Rion muncul kembali.
"Gue seret lo kesini baru lo dateng! Lo lupa kedudukan lo disini?" sentak Rion kasar. Tangannya memperkuat cengkraman pada jaket Lazer's yang dikenakan Nathan.
Nathan menarik sudut bibirnya, menampilkan smirk. "Harusnya lo yang lupa bangsat! Lo udah lengser! Lazer's sekarang gue yang ambil alih, lo kenapa ngatur gue gini?"
Nathan menyentakkan tangan Rion yang mencengkram kuat jaketnya. Lehernya terasa tercekik, dan lucunya disini ia di perlakukan seperti tak ada posisi. Ia Ketua, semuanya ia yang ambil alih! Bukan Rion atau anggotanya sekalipun.
BUGH!
"Gue yang milih lo anjing! Lo jangan kayak anjing liar di luar sana yang gak tau arti balas budi majikannya." gertak Rion marah. Urat pelipisnya menonjol yang mengartikan bahwa cowok itu benar-benar marah.
Nathan terkekeh. Tawa cowok itu membuat kebingungan para anggotanya. "Terus tugas gue disini lanjutin dendam lo itu? Sebenarnya disini Lazer's mau rebut kekuasaan D'Handzels apa lo, nyuruh gue dan anak buah gue untuk tuntasin dendam lo yang gak gak ada habisnya itu, hah!"
Semuanya diam. Napas Rion tak beraturan mendengar ucapan Nathan. Dadanya panas dan sesak menjadi satu, tangannya terkepal erat dan matanya memerah menahan amarah. Sama halnya dengan Nathan, cowok itu juga berhak marah disini, ia akan menggunakan posisinya untuk menggertak Rion.
"BANGSAT LO!" Rion menerjang Nathan. Beberapa kali cowok itu melayangkan tinjuannya ke arah Nathan, tidak peduli ucapan yang di lontarkan oleh Roby dan anggota lainnya. Hatinya panas, dan tangannya gatal ingin memukuli Nathan, dirinya sudah cukup sabar akhir-akhir ini oleh sikap Nathan..