[ BEBERAPA CHAPTER DI PRIVATE, FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA ]
- Kembalinya pertemuan menyebabkan luka -
Ini tentang Shaquille Samudera Manggala. Ketua Geng motor D'Handzels. Ia mempunyai sahabat yang bernama Caramel Aqiella Jasmine.
Berawal dari ke...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sebelum baca vote dulu yaa! Yang sider yuk muncul buat part ini, jangan lupa komennya💗
🎀Kalau ada typo boleh di tandai yaa, nanti aku revisi lagi, aku ga sempet baca ulang.
Semoga suka sama part ini🧁
- Happy Reading -
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dipaksa merelakan padahal hati masih menetap.
71. Bintang Dan Rasa Luka.
D'HANDZELS dikejutkan oleh suara gemuruh langkah kaki yang ada di koridor kelas masing-masing. Suara pecahan kaca membuat sebagian perempuan berteriak karena terkejut mendapat serangan yang tiba-tiba itu. Hampir semua kelas 11 jam terakhir pelajaran kelas kosong. Guru-guru sedang rapat membicarakan kelulusan kelas 12 yang akan diadakan sebentar lagi.
Bimo berjalan cepat menuju balkon kelasnya. Pandangannya menyapu ke arah gerbang tinggi Rajawali. Disana terdapat tong besar yang isinya ban yang sudah di bakar, asapnya membuat jalanan berantakan. Di belakangnya Samudera dan beberapa anggota inti D'Handzels mengikuti arah pandang Bimo.
Melihat kekacauan yang ada di wilayahnya membuat Samudera mengeraskan rahangnya. Matanya tajam melihat satu lelaki yang memakai jaket dengan bertuliskan Lazer's. Tidak salah lagi, itu adalah pemimpinnya-Rion, ketua Lazer's sebelumnya.
"Rion dateng mau nuntut haknya."
Sadewa memukul pintu kelasnya. "Nuntut apaan, anj! Tuh bangsat dari dulu cari ribut mulu, capek gue," keluh Sadewa.
Bisma yang mendengarkan keluh Sadewa menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Seperti biasa cowok itu cengengesan terlebih dahulu, padahal situasi seperti ini bukan waktu yang tepat.
"Lo udah tau Nathan keluar dari Lazer's?" tanya Bisma akhirnya.
Samudera yang pertama kali menoleh ke arah Bisma. Matanya tajam melihat temannya itu, sedangkan Bisma meneguk ludahnya sendiri, merasa takut. "Aduh, gimana ya bilangnya," Bisma memainkan kakinya abstrak untuk menghilangkan rasa takutnya. "Gue denger dari Bara, dia kemarin sempet mata-matain Lazer's,"