BAB 52 - SAMA SAMA TERSAKITI

29.6K 2.9K 714
                                        

Selamat membaca peps!♡ waitt, yang belum vote ga boleh baca🤪 vote dulu yess💫

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Selamat membaca peps!♡ waitt, yang belum vote ga boleh baca🤪 vote dulu yess💫

Ramein tiap paragraf ya sisteur🔥

TAG jika ada typo atau penulisan kata aku gercep revisi!

Semoga suka sama part ini💜

- Happy Reading -

Waktu dan keadaan merubah semuanya. Kita yang awalnya dekat, sekarang menjadi jauh karena keputusan mu sendiri. - Shaquille Samudera Manggala.

52. Sama Sama Tersakiti

SEPANJANG rapat OSIS Jasmin tidak fokus. Gerald beberapa kali memanggilnya tetapi ia baru menoleh saat Gerald menepuk bahunya. Jasmin mengerjapkan matanya beberapa kali untuk memfokuskan dirinya sendiri untuk menjalani rapat ini. Dengan tangan yang berada di pelipisnya, gadis itu mendengarnya ucapan sang ketua OSIS ucapkan.

Dirinya sendiri duduk di sebelah kiri bangku kebesaran Gerald. Gadis itu sekarang resmi sebagai-Sekretaris OSIS. Banyak yang menyapanya sewaktu ia baru memasuki ruangan OSIS, sehingga dirinya tidak perlu canggung selagi berada di ruang OSIS. Di sebelah kanan Gerald terdapat Jeremy—Wakil ketua OSIS. Cowok itu juga tak kalah seriusnya memperhatikan sang ketua OSIS.

"Oke, jadi kita semua sudah setuju. Angkatan kita sama seperti angkatan kemarin, kita akan mengadakan lomba antar sekolah tetangga. Setiap perwakilan IPA maupun IPS wajib mengikuti lomba itu. Jadi, pertanyaan gue disini siapa yang berhak ikut dari kelompok IPA?"

Semua anggota OSIS mulai berpikir siapa yang cocok untuk mewakili kelompok IPA. Ada yang saling tatap, ataupun berbisik-bisik untuk mengutarakan pendapatnya.

"Gimana kalau lo, Jasmin?" tanya lelaki yang memakai kacamata.

Jasmin merasa namanya di panggil langsung menoleh ke arah sumber suara. Gadis itu mengangkat alisnya, bingung.

"Secara lo 'kan sering banget ikut lomba. Gak salah kalau lo mau ikut lagi lomba ini," ucap Lelaki yang memakai kaca mata itu.

"Jangan!" sergah Gerald cepat. Penolakan itu membuat semua anggota OSIS mengkerut bingung. "Jasmin, disini posisinya anggota OSIS. Jasmin pasti gak bakal bisa bagi waktu urusin proposal sama lomba. Ganti yang lain." ucap Gerald.

"Gimana kalau partner lo, Je, sewaktu ikut lomba?" kini seorang gadis angkat bicara. Dia adalah Wendi-Bendahara OSIS.

"Sagara?" tanya Jasmin memastikan. Jasmin tak yakin bila Sagara mau mengikuti partisipasi ini, mengingat bukan pihak sekolah yang mengadakan lomba, melainkan anggota OSIS untuk mempererat tali silaturahmi antar sekolah tetangga.

SAMUDERA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang