BAB 48 - SANG KETUA YANG TERLIHAT LEMAH

33.1K 2.9K 544
                                        

Hallo peps! Seperti biasa yaa vote dulu sebelum baca, ramein kolom komentar jugaa!♡ <333

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hallo peps! Seperti biasa yaa vote dulu sebelum baca, ramein kolom komentar jugaa!♡ <333

TAG jika ada typo atau salah kata nanti aku gercep revisi💫

Buat yang mau join GC SAMUDERA linknya ada di Bio wp aku yaa!🤪

Semoga suka sama part ini💜

– Happy Reading –

48. Sang Ketua Yang Terlihat Lemah.

SETELAH kejadian kemarin berlalu kini Jasmin kembali lagi beraktivitas seperti biasa. Pagi-pagi sekali Jasmin sudah siap dengan pakaian sekolah Rajawali lengkap dengan atributnya. Senyum manis menghiasi bibirnya kala Mommy-nya kini menempati janjinya bahwa sekarang ia diperbolehkan sekolah kembali. Hanna memberi wejangan singkat kepadanya dibalas dengan patuh oleh Jasmin.

Hari ini Hanna berpesan padanya untuk diantarkan oleh supir pribadinya. Jasmin mengiyakan saja permintaan Mommy-nya. Sebelum itu ia pagi-pagi sekali sudah berbicara lewat telepon oleh Samudera bahwa hari ini ia sudah masuk kembali bersekolah. Jasmin berbicara sangat heboh dibalas kekehan oleh Samudera. Jasmin juga berpesan kepada Samudera bahwa hari ini ia akan pergi ke sekolah bersama supir pribadinya sehingga Samudera tidak perlu repot-repot menunggunya.

Jasmin memperhatikan kendaraan yang berlalu lalang di dalam mobil alphard putihnya. Saking asyiknya menikmati suasana pagi dan kendaraan berlalu lalang Jasmin tersentak kaget kala mobil alphard miliknya berhenti secara tiba-tiba.

Gadis itu melogokkan kepalanya melihat ke depan. Disana ada sebuah mobil merah yang menghalangi laju mobilnya.

"Non, tunggu disini aja. Biar saya yang keluar," ucap Sopir pribadinya.

Jasmin mengangguk. Tetapi, hatinya resah, bagaimana bila yang menghentikannya itu penjahat? Semua pikiran negatif ada di pikirannya.

Setelah menunggu kurang lebih lima menit. Supirnya kembali, tetapi ada seorang perempuan tinggi berambut pirang yang mengikuti supirnya.

Pintu dari arahnya terbuka. Dari sini Jasmin mengetahui bahwa perempuan yang di maksud olehnya adalah Zee. Gadis itu tampil dengan stylish. Rambut yang ujungnya bergelombang ditambah sekarang rambutnya yang bewarna pirang. Terakhir kali ia bertemu, rambut gadis itu bewarna hitam pekat.

"Jasmin," panggil Zee.

Jasmin segera turun dari mobilnya. Dengan tatapan baik-baik saja ia lontarkan kepada supirnya itu. "Dia temen aku kok," ucap Jasmin kepada supirnya. Sang supir pun mengangguk mengerti, setelah itu ia masuk kedalam untuk menjaga privasi sang anak majikannya.

SAMUDERA Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang