BAB 34 - PERMAINAN HATI

29K 3.1K 362
                                        

Gass langsung baca, tapi vote dulu sama ramein di kolom komentar ya!💫

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Gass langsung baca, tapi vote dulu sama ramein di kolom komentar ya!💫

Tandai typo dan penulisan kata/kalimat nanti aku langsung revisi!🤓

Semoga suka sama part ini💜

- Happy Reading -

"Judge gue sesuka yang lo mau

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Judge gue sesuka yang lo mau. Tapi, kalau gue kasih tau fakta apa yang terjadi sama gue selama ini, masih mampu lo jelekin gue lagi?"
- Shaquille Samudera Manggala.

34. Permainan Hati.

Bara Arjuna : Bang, bisa ketemuan bentar?

Samudera yang baru saja turun dari motornya mengernyit bingung membaca pesan yang baru saja dikirimkan padanya oleh Bara--Adik tingkatnya sekaligus anggota D'Handzels angkatan 3. Samudera berfikir kalau ada pertemuan berarti ada hal yang benar-benar penting yang ingin di bicarakan oleh Bara. Cowok itu dengan cepat membalas pesan Bara dan berlalu menuju taman belakang sekolah. Tempat pilihannya yang menjadi pertemuannya dengan Bara.

Samudera kini berjalan di koridor dengan tangan kanan di masukkan ke dalam saku celananya. Tatapannya dingin kedepan. Para siswa maupun siswi seperti biasa menyapa Samudera tetapi kali ini cowok tidak menghiraukannya, seolah tidak ada yang mengajaknya berbicara. Dengan kemeja sekolah dilapis jaket hitam kebanggaan D'Handzels Samudera tampak menawan, minus nya cuman satu. Tatapan cowok itu berbeda seperti biasanya.

Sepatu vans hitam Samudera lah yang pertama kali menginjakkan di taman belakang sekolah. Suasana disini cukup sepi bahkan bisa dibilang tidak ada orang. Rajawali mempunyai dua taman, yang satu di dekat area pintu masuk dan satu lagi di area belakang sekolah samping gudang. Tempatnya yang begitu jauh dari kata bersih membuat orang berfikir dua kali bila ingin kesini. Bunyi dedaunan kering yang diinjak Samudera mendominasi. Terdengar bunyi seseorang melangkah Bara mengangkat pandangannya dan bertemu dengan sepasang mata biru milik Samudera.

SAMUDERA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang