BAB 60 - MENGHAPUS JEJAK

30.7K 3.1K 866
                                        

Enjoiii gass bacaa! Vote dulu ya peps jangan lupa, ramein kolom komentar sebanyak-banyaknya <3

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Enjoiii gass bacaa! Vote dulu ya peps jangan lupa, ramein kolom komentar sebanyak-banyaknya <3

Semoga suka sama part ini!💜

- Happy Reading -

Mencoba melupakan dengan menyibukkan diri itu bohong, itu hanya pengalihan isu saja, beberapa jam kemudian semuanya kembali ke ingatannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Mencoba melupakan dengan menyibukkan diri itu bohong, itu hanya pengalihan isu saja, beberapa jam kemudian semuanya kembali ke ingatannya. - Caramel Aqiella Jasmin.

60. Menghapus Jejak.

NATHAN tertunduk di atas rooftop hotel lantai 30, wajahnya di terpa angin, kakinya ia tekuk serta tangannya melingkari kakinya. Tangan yang robek akibat kejadian beberapa jam sebelumnya belum ada niat untuk diobati. Tidak ada ringisan sakit, atau nyeri di telapak tangannya. Darahnya kian kering seiring berjalannya waktu.

Semuanya begitu tenang, bahkan langit yang tadinya terang kini mulai menyusut digantikan oleh gelapnya malam. Semuanya begitu cepat.

Handphone-nya bergetar sedari tadi, banyak panggilan masuk dari seseorang yang kini ia hindari. Beberapa detik kemudian handphone-nya berbunyi kembali, Nathan berdecak dan mengangkatnya.

"Anjing! Goblok! Lo ketua apaan hah?! Gue kasih tugas segitu doang gak mampu? Lo mau gue yang bertindak?"

Terdengar pecahan di seberang sana, sepertinya lawan bicaranya baru saja melemparkan benda kaca hingga pecah belah. "Nathan, Nathan." Diseberang sana terkekeh. "Lo udah mulai suka sama tuh cewek? Sekuat apaansih pesona tuh cewek sampai lo gak berdaya bunuh dia?"

Tangan Nathan terkepal erat, darah yang tadinya mengering kini basah kembali. Telinga serta hatinya panas mendengar lawan bicaranya. Gejolak di hatinya kini membara ingin menghabisi lawan bicaranya.

"Again, lo mau ngerasain masa lalu lo lagi? Suka sama cewek yang sama lagi? Lo mau liat lagi cewek kesayangan masa lalu lo itu mati di—,"

SAMUDERA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang