[ BEBERAPA CHAPTER DI PRIVATE, FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA ]
- Kembalinya pertemuan menyebabkan luka -
Ini tentang Shaquille Samudera Manggala. Ketua Geng motor D'Handzels. Ia mempunyai sahabat yang bernama Caramel Aqiella Jasmine.
Berawal dari ke...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kesel bngt ama yg sider bye! Yuk sebelum aku makin kesel vote dulu nanti ramein ya di kolom komentarr supaya part ini lebih bewarna🔥🤑
Tandai typo atau penulisan kata ya nanti aku gercep revisi💫
Semoga suka sama part ini💜
– Happy Reading –
40. Mendengar Satu Fakta.
SAGARA sedari tadi sibuk dengan buku yang ada di depannya. Cowok itu seakan tidak kenal waktu untuk terus melakukan kegiatan rutinnya seperti berlajar, membaca buku, atau artikel lainnya. Saat ini Sagara dan anggota inti D'Handzels sedang ada di markas. Dari pagi hingga awan sudah gelap mereka masih disini. Awalnya dari pagi mereka hanya membicarakan tentang Party Anniversarry D'Handzels saja sampai waktu siang. Tetapi setelah selesai anggota ini males pulang kerumah dan berakhir disini sampai malam pun tiba.
Di pembahasan tentang Party Anniversarry tadi siang Sagara mendapat info kalau Samudera akan datang tetapi telat. Sagara memakluminya, ia pun memimpin pembicaraannya dengan anggota lainnya yang beranggotakan 110 orang dibantu oleh anggota inti D'Handzels lainnya. Tetapi, sampai malam pun tiba Samudera belum juga datang ke markas.
Di sofa tepatnya di seberang Sagara terdapat Bimo yang sedang memainkan handphone-nya sambil mengangkat kakinya ke atas meja. Sedangkan Sadewa sedang ada di dapur mini markas D'Handzels. Cowok itu katanya lapar dan mungkin sekarang ia sedang memasak makanan untuk dirinya sendiri. Kalau kalian menanyakan dimana Bisma, jawabannya adalah kamar. Cowok itu setelah dimarahi dan dipotong uang jajan oleh Maminya menjadi murung sekali merenungu nasibnya. Cowok itu berlalu ke kamar markas, maybe sekarang Bisma lagi molor setelah merenungi nasibnya.
"Anjing lah! Pou gue udah lama gak dimainin jadi burik gini," umpat Bimo kesal.
"Cuman di game pou doang mencet tai dapet koin," celoteh Bimo lagi tentang game yang dimainkannya sekarang.
"Bangke! Lo jangan ngomongin tai napa! Gue lagi bawa makanan nih," ucap Sadewa tiba-tiba datang membawa semangkok mie rebus dan beberapa snack juga di tangannya.
Bimo melihatnya. Cowok itu menghentikan game pou nya dan menurunkan kakinya dari atas meja. Tangannya mengambil snack yang dibawakan Sadewa.
"Kembaran lo yang satu lagi kasian amat. Udah uang jajan di potong, motor di sita, ATM di blokir, tinggal tunggu si Bila kabur aja udah, sengsara tuh idupnya. Seneng banget gila gue liatnya Bisma sengsara gitu," ujar Sadewa sambil memakan Mie-nya.
Bimo melemparkan kulit kacang ke arah Sadewa. Entah mengapa mendengar kata 'sengsara' yang ditujukan kepada kembarannya membuat dirinya merasa tak suka. Mungkin dikarenakan kembaran mereka berdua mempunyai ikatan batin yang kuat sehingga jauh dari lubuk hati Bimo merasa tak tega kembarannya di perlakukan seperti itu. Hanya Bimo yang boleh membuat kembarannya sengsara tidak orang lain.