BAB 79 - INGIN MENJADI BINTANG

28.4K 2.8K 1.3K
                                        

Part ini mengandung kadar ovt yang sangat tinggi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Part ini mengandung kadar ovt yang sangat tinggi. Kalau ga kuat boleh ga usah baca wkwk
Selamat menebak lagi akhir dari cerita ini💗

AKU UPDATE SESUAI TARGET YA! GA AKAN UP KALAU TARGETNYA BELUM TERPENUHI. NEXT CHAPTER 210 VOTE + 1,1 KOMEN!

KALIAN UDH FLLW AKUN KU BLM? NANTI ADA INFO SEPUTAR CERITA AKU, JANGAN SAMPAI KETINGGALAN!

Semoga suka ya sama part ini!💗

- Happy Reading -

"Please, stay gadis penyuka donat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Please, stay gadis penyuka donat." - Shaquille Samudera Manggala

"Caramel. Gue selalu inget nama itu. Manis, gue tertarik tetapi tidak bisa gue dekap."-Nathaniel William.

79. Ingin Menjadi Bintang.

TERAKHIR kali hati Jasmin berdebar karena panik adalah saat memasuki ruang operasi di Amerika. Saat itu dirinya dibisikkan kata-kata penenang agar dirinya rileks menjalankan operasi. Jasmin tahu sebelum melakukan operasi tubuhnya di suntikkan bius terlebih dahulu, tetapi di sisi lain ia takut. Takut jiwanya tidak bisa kembali lagi dan bertemu orang-orang yang sayang kepadanya. Jasmin setakut itu pergi meninggalkan luka yang begitu dalam.

Tetapi, list hidup yang ada di dalam diri Jasmin hampir selesai. Sedikit lagi.

Dirinya ingin sekali menjadi bintang. Bintang yang paling terang ditemani oleh bintang-bintang lainnya.

Jasmin semakin lama dirinya semakin merasakan ingin pulang.

Saat Jasmin tersadar dirinya merasakan pening yang luar biasa seperti di pukuli oleh balok berukuran besar. Tubuhnya melemas tetapi Jasmin masih bisa berpikir jauh. Keningnya mengernyit kala merasakan sakit yang teramat sangat di area kepalanya. Tangannya tak bisa telurur ke pelipisnya, memijatnya pelan karena ia tersadar tangannya terikat di sebuah kursi.

SAMUDERA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang