[ BEBERAPA CHAPTER DI PRIVATE, FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA ]
- Kembalinya pertemuan menyebabkan luka -
Ini tentang Shaquille Samudera Manggala. Ketua Geng motor D'Handzels. Ia mempunyai sahabat yang bernama Caramel Aqiella Jasmine.
Berawal dari ke...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hello cutties!♡ Always vote sebelum baca ya, ramein kolom kemontar jangan lupa! <333
Tandai typo atau penulisan kata nanti aku gercep revisi💅🏻
Semoga suka sama part ini💜
– Happy Reading –
44. Dia Ada Namun Berbeda.
SADEWA mengatur nafasnya sambil memegang dadanya. Bulir keringat terlihat di dahi serta di leher cowok itu. Dengan langkah gontai Sadewa menghempaskan dirinya ke tempat duduk samping Sagara. Pergerakan Sadewa yang seperti itu cukup membuat perhatian Bimo teralihkan, memang tempat duduknya di belakang Sadewa dan Sagara sehingga dapat mendengarnya dengan jelas.
"Kenapa lo?" tanya Bimo kepada Sadewa.
Dengan nafas yang masih terengah-engah Sadewa berucap, "Gila, gue hampir ketahuan Pak Toto. Untung aja gue gercep naik tembok,"
Bimo menggelengkan kepalanya tak heran. Cowok itu memang sering telat, sama seperti dirinya tetapi akhir-akhir ini entah apa yang ada di dalam dirinya sehingga jarang telat seperti dulu-dulu.
Matanya mengarah ke jam hitam yang melingkar di tangannya. Sudah bel masuk tetapi Samudera belum datang juga. Apa mungkin telat? Atau ada sesuatu yang buruk menimpanya?
Tapi setelah dipikir-pikir lagi tidak mungkin juga. Samudera itu sering telat, bukan hal yang membingungkan kalau hari ini datangnya lama dari bel masuk berbunyi.
"Si Bos kemana? Apa madol? Gak asik nih gak ngajak-ngajak," celetuk Bisma yang baru saja datang dam duduk di kursi kosong milik Samudera--tepat disamping Bimo.
"Masih gue dengerin Bis. Belum aje gue aduin ke Mami lo bolos." ucap Bimo santai. Cowok itu matanya tetap terfokus mempermainkan game pou-nya.
Bisma mendelik. Matanya tiba-tiba memelas. "Atuh, lo mah. Dikit-dikit bilang Mami. Lo tega sama gue? Kemarin uang jajan gue dipotong sekarang apa lagi? Motor di sita? Nyesel gue punya kembaran kayak lo." Protes Bisma tidak terima.
"Emang gue gk nyesel hah? Nyesel banget lah sama gue juga. Coba kayak Bos, punya kembaran adem, bawaannya pengen belajar terus, lah lo?! Istigfar gue setiap hari," ucap Bimo.
Sadewa memukul meja belakangnya tepatnya meja Bimo. Matanya mengarah tajam ke arah keduanya. "Lo berdua berisik banget. Diem kek! Gue lagi panas nih jangan nambah-nambahin kuping gue ikutan panas dengerin ocehan lo berdua ya," ucap Sadewa. Tangannya tak lupa mengipasi wajahnya dengan buku yang sekarang bentukannya sudah lecek dan rusak..