BAB 4 - ENEMY OR FRIEND?

64.8K 5.7K 731
                                        

AKU MAU NANYA KALIAN SUKA WARNA APA?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

AKU MAU NANYA KALIAN SUKA WARNA APA?

(Aku hitam🖤)

- HAPPY READING -

3. Enemy or Friend?

"Huaaaa, Sam gue pukul ya lo!"

Pagi-pagi sekali suara teriakan Jasmin menggelegar di halaman depan rumahnya, niatnya ingin berangkat sekolah terhenti ada seseorang yang kini menjahilinya. Samudera orangnya, ia terkekeh puas meliat Jasmin berteriak ketakutan seperti itu. Ditangan Samudera terdapat tikus putih kecil mainan, ia sengaja melakukan aksi jailnya kepada Jasmin. Ia tahu Jasmin pasti akan kerumahnya untuk nebeng kesekolahnya or something lainnya.

"Sam! Ih buang itu tikusnyaa!" teriaknya. Di matanya terdapat gumpalan air yang siap turun ke bawah.

Samudera segera menghentikan aksi jailnya saat melihat Jasmin seperti akan menangis. "Iya-iya nih Je gue buang tikusnya," ucapnya. Segera ia mengambil tikus yang ada di rambut Jasmin yang sengaja Samudera taruh di sana.

Bertepatan itu Benua keluar dari rumahnya dan dahinya mengernyit bingung. "Benua! Huaa tolongin gue," ucap Jasmin seraya meminta tolong kepada Benua. Saudara kembar Samudera

Benua sekarang mengerti, pasti Samudera sedang menjahili Jasmin lagi, tidak heran setiap harinya mereka berdua menciptakan kebisingan.

"Lo apain?" tanya Benua. Ia sebenarnya kesal juga sama adik nya yang satu ini, ada saja kelakuannya. Disisi lain ia ikut kasihan pada Jasmin yang menjadi bahan jahilan kembarannya.

Samudera menunjukkan cengirannya kepada kembarannya. Tangannya sesekali melemparkan beberapa kali ke atas dan ke bawah tikus mainannya. Samudera melihat ke arah Jasmin yang masih memandangnya takut-takut. Samudera semakin terkekeh di buatnya.

"Gue masih marah ya sama lo Sam! Pokoknya gue hari ini gue berangkat sama Benua aja," ucap Jasmin sambil membuang muka ke arah lain. Muka Jasmin dibuat seperti orang marah malah jatuhnya gemesin.

Sontak Samudera membulatkan matanya tidak terima. "Lo sama Benua sekolahnya beda arah. Yang ada nanti lo telat, udah sama gue aja ayo," ucap Samudera. Ia menarik Jasmin, tak peduli Jasmin menolaknya ke motor besarnya yang terpakir rapi di halaman rumahnya.

"Tapi Sam gue masih mar-"

"Alah sok-sokan marah, mana bisa lo marah sama gue Je," potong Samudera cepat. "Buruan Je naik! Lo mau telat?"

Mau tidak mau Jasmin pun segera menaiki motor Samudera dengan wajah cemberutnya. Samudera melihat muka Jasmin lewat kaca spion terkekeh puas, sudah menjadi asupan sehari-hari Samudera membuat Jasmin kesal karena ulahnya.

SAMUDERA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang