BAB 39 - MENGERTI RASA SAKIT

32.5K 3K 469
                                        

Start Reading jangan lupa vote dan komen ya! Mau up cepet? Syaratnya kalau mau up cepet kolom komennya harus rame🔥

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Start Reading jangan lupa vote dan komen ya! Mau up cepet? Syaratnya kalau mau up cepet kolom komennya harus rame🔥

Tandai typo atau penulisan kata nanti aku langsung revisi!🤓

Semoga suka sama part ini💜

- Happy Rading -

39. Mengerti Rasa Sakit.

BIMO menghempaskan tubuh Bisma di sofa besar rumahnya. Cowok itu ikut duduk di sofa seberang tempat Bisma tidur. Bimo mengurutkan pangkal hidungnya. Cowok itu pusing. Lebih tepatnya pusing menghadapi tingkah kembarannya yang sangat amat merepotkan dirinya. Sudah tau Samudera bilang jangan sediakan alkohol di sana. Tapi, Bisma yang keras kepala dan memesannya diam-diam hingga teler seperti sekarang ini. Bimo mengucapkan dalam hati, beberapa kali kalimat penyesalan selalu diucapkan. Ya, kalau boleh jujur, Bimo sangat tidak mau mempunyai kembaran seperti Bisma.

Bimo melirik jam besar yang ada di samping sofa ruang tamu. Hari sudah mulai terang dan dirinya akan berkumpul ke tempat basecamp D'Handzels. Cowok itu mengerang ketika kantuk yang mulai mendatanginya. Lima detik Bimo menutup matanya sambil meluruskan kakinya suara teriakan mengejutkan dirinya.

"YA AMPUNN!! PUNYA DUA ANAK KERJAANNYA KELAYAPAN MULU!"

Bimo meringis mendengar teriakan Mami-nya. Cowok itu menyesal mengapa ia tidak langsung saja membawa Bisma kedalam kamar. Kalau seperti ini dirinya harus menahan sabar mendengarkan Mami-nya berceloteh panjang.

Mami si kembar berkacak pinggang. Matanya menatap tajam ke dua anaknya itu. "Masih inget pulang? Untung gak Mami keluarin baju kamu dari lemari."

Bimo berdiri mendekati Mami tersayangnya itu. "Mami, 'kan aku udah bilang kalau aku sama Bisma pengen rayain aniversarry D'Handzels," jawab Bisma dengan nada sangat lembut.

Mami menjitak kepala Bimo pelan. "Mami ijinin. Tapi, kamu lupa Mami bilang gak ada acara mabok-mabokkan. Terus ini apa? Masak-masakan ampe teler?"

Bimo memeluk lengan Maminya. "Mi, kok jadi aku sih yang kena marah? Demi tuhan, aku enggak minum alkohol." ucap Bimo dengan memberenggut kesal. "Anak kesayangan Mami satu lagi tuh yang mabok, bayangin Mi aku lagi asik disana, tapi disuruh jagain tuh bocil satu biar gak terjun di rooftop hotel gara-gara kebayakan minum," Adu Bimo.

"Marahin aja Mi, kalau perlu potong uang jajannya," ucap Bimo kembali.

Mami Bimo melayangkan tatapan tajamnya ke arah Bisma yang masih asyik tidur di sofa. Bimo tertawa dalam hati, tinggal tunggu dalam hitungan detik Bisma akan menderita karena ulahnya sendiri.

SAMUDERA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang