BAB 58 - MEMORI MASA KECIL

30.7K 2.8K 504
                                        

Langsung aja peps baca!♡ Jangan lupa vote dulu yaa, tinggalkan suara kalian di kolom komentar🔥

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Langsung aja peps baca!♡ Jangan lupa vote dulu yaa, tinggalkan suara kalian di kolom komentar🔥

TANDAI jika ada typo atau penulisan kata, aku ga sempet baca ulang, nanti aku revisi💫

Semoga suka sama part ini💜

- Happy Reading -

58. Memori Masa Kecil.

SAMUDERA menghampiri Sagara yang sedang duduk diam di dalam kelasnya. Sagara masih fokus membaca buku di depannya tanpa repot-repot melirik seseorang yang baru saja datang dan duduk di sebelahnya. Kelas MIPA 4 tidak ramai, mungkin karena hari masih pagi sehingga teman-temannya belum pada datang.

Mereka berdua saling berdiam diri. Samudera sibuk dengan pikirannya sendiri, sedangkan Sagara sibuk membaca buku. Tidak ada yang berniat membuka pembicaraan keduanya.

Yang ada di pikiran Samudera penuh, tentang Lazer's yang masih membawa D'Handzels dalam persoalan kekuasaan, tentang Bimo yang masih berada di rumah sakit, tentang kesehatan Jasmin, terakhir, tentang Zee. Samudera bukan seperti kebanyakan orang, membagi permasalahannya atau sekedar bercerita kepada teman terdekatnya. Samudera mempu menyelesaikannya sendiri, tanpa campur tangan orang lain, itu yang menjadi prinsipnya.

"Gue kemarin udah ketemu, Zee." Samudera berucap pertama kali.

Sagara sempat mengangkat pandangannya ketika Samudera berucap seperti itu. Menghargai Samudera, Sagara menutup bukunya.

"Satu tahun Zee hilang dari hidup gue, gue masih inget apa kebiasaan dia, sikap dia, apa yang paling dia suka, apa yang paling dia benci. Tapi, kemarin yang gue liat justru sebaliknya," tutur Samudera.

Tangannya diam-diam terkepal erat. Napasnya sedikit memburu. Sagara masih mendengarkan tidak berniat menyela atau berucap.

"Kalau gue bilang Zee yang gue temuin di club semalam itu beda sama Zee yang gue kenal, apa lo bakal percaya?" tanya Samudera menatap Sagara serius.

Diam-diam Sagara mengangkat alisnya dan menyeringai mendegar Samudera berucap seperti itu.

****

"Ini nih orang yang pagi-pagi udah buat gempar seluruh Rajawali," Mawar dari tempat duduknya berucap sambil mengangkat kedua alisnya bermaksud menggoda Jasmin.

Jasmin tertawa pelan. Tangannya dengan lucu menyampirkan anak rambut yang berada di pipi gembulnya. Gadis itu pun duduk di samping Mawar yang menjadi teman sebangkunya.

"Greget banget sama lo berdua sumpah, Je! Dari awal gue sekolah di Rajawali lo berdua mulu sama, Sam, yakin gak ada apa-apa?" tanya Mawar. Gadis itu mulai mendekati Jasmin.

SAMUDERA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang