[ BEBERAPA CHAPTER DI PRIVATE, FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA ]
- Kembalinya pertemuan menyebabkan luka -
Ini tentang Shaquille Samudera Manggala. Ketua Geng motor D'Handzels. Ia mempunyai sahabat yang bernama Caramel Aqiella Jasmine.
Berawal dari ke...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Yeay update lagi! Tau kok yg pada penasaran siapa cewek kemarin hahaha, langsung baca aja kali ya kalau gitu, vote dulu jangan lupa jangan biasakan sider pren, ini yg udh ngikutin cerita aku dari part awal dah fllw wattpad aku blm? Kalau belum, gass ngeng fllw skrng💗
🧸 kalau ada typo atau penulisan kata tandain aja aku ga sempet baca ulang lagi.
Semoga suka yaa sama part ini💗
– Happy Reading –
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
74. Satu Malam Yang Merubah Semuanya.
MOBIL Nathan sudah berhenti sejak sepuluh menit yang lalu. Lampu yang menyorot dari mobil Nathan masih hidup tetapi Nathan dan Jasmin tidak keluar. Sebenarnya ini larangan Nathan, cowok itu sibuk dengan handphone-nya sesekali melihat keadaan sekitar. Awalnya Jasmin bingung Nathan ingin membawanya kemana tetapi cowok itu diam tak menyahut pertanyaannya.
Akhirnya, pertanyaan yang selama ini mengganggu otak Jasmin terjawab. Nathan membawanya ke Rajawali. Sebelumnya, Jasmin harus menyingkirkan pikiran-pikiran buruk tentang Samudera dan perempuan asing yang memeluk Samudera. Jasmin tidak tahu, karena perempuan itu hanya menampilkan punggungnya saja sehingga Jasmin tidak mengenalinya. Jasmin menghela napas sambil mengalihkan pandangannya ke luar, gadis itu mencoba untuk tidak memikirkannya lebih lanjut.
Nathan memutuskan sambungan teleponnya. Cowok itu melirik sekilas ke arah Jasmin sebelum keluar dari mobilnya. Jasmin sedikit tersentak karena suara pintu mobil yang ditutup. Jasmin pun buru-buru keluar mengikuti langkah Nathan yang memasuki Rajawali melewati pintu belakang sekolah.
Pintu itu sudah karatan dan kecil, belum lagi banyak rumput yang tinggi menghalangi arah jalannya.
"Nath, ini kita masuk? Kalau ketauan gimana?"
Nathan sedikit menurunkan pandangannya. "Kita gak bakalan ketauan kalau lo gak berisik, Mel," balas Nathan.
Jasmin sedikit merenggut. Pikirannya mengapa tidak di siang hari, atau sore hari? Itu lebih baik karena anak Rajawali sebagian lagi pasti sudah pulang. Nathan memgeluarkan kunci dari dalam saku celananya. Memutarnya cepat dan terbuka, sedikit berisik karena pintu pagarnya sudah karatan.