BAB 45 - SAMPAI KAPANPUN IA TETAP PEDULI

32.5K 2.9K 505
                                        

Haloo peps! Absen dulu yuk yang baca, caranya vote ya jangan lupa juga aku tungguin suara kalian di setiap paragraf <333

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Haloo peps! Absen dulu yuk yang baca, caranya vote ya jangan lupa juga aku tungguin suara kalian di setiap paragraf <333

Tag jika menemukan typo atau salah penulisan kata aku always gercep revisi💅🏻

Semoga suka sama part ini ya💜

– Happy Reading –

– Happy Reading –

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

45. Sampai Kapanpun Ia Tetap Peduli.

SAMUDERA membanting beberapa lembar foto yang mengambarkan seseorang memakai topeng, orang itu tepatnya sedang melakukan aktifitasnya mengacak-acak atau merusak Markas Besar D'Handzels. Atmosfer disekitarnya menjadi mencekam. Aura gelap Samudera mulai muncul. Bisma, dan Sadewa yang berada di satu ruangan ini pun tidak berani mencairkan suasana yang ada seperti sekarang ini.

Tangan berurat Samudera mengambil jaket kebesarannya. Jaket hitam D'Handzels dengan logo api di sisi lengan kanan serta burung elang dibelakangnya. Samudera mengusap sebuah pin di dada kiri jaket, sengaja dipasangkan. Pin itu berbeda setiap anggota. Anggota ini D'Handzels mempunyai warna pin hitam bercampur merah gelap tak lupa di tengahnya ditandai dengan sebuah huruf D. Sementara, anggota D'Handzels lainnya bewarna biru gelap tak lupa huruf D ditengahnya. Hanya itu yang membedakannya.

"Gue gak mau tau, penghianat itu harus copot pin D'Handzels di depan muka gue. Gue benci yang namanya penghianat." Tangannya masih mengelus pin yang ada di dada kiri jaket D'Handzels. "Dia harus milih, mau gue yang ratain atau reputasinya ancur se-ancur ancurnya." Kata Samudera.

Tangan Samudera terkepal. "Bangsat! Pengen gue tebas kepalanya sekarang juga!" Desisnya.

Sagara meletakkan handphone-nya diatas meja. Disana terdapat rekaman suara. Cowok itu mulai memencetnya.

"Welcome. Gimana? Lebih seneng masuk Lazer's apa D'Handzels?"

Terdengar suara tawa. "Gue bosen di D'Handzels. Lo tau gue disana cuman jadi anggota biasa doang. Kirain gue, disana gue bakalan masuk kedalam anggota inti, tau nya ya malah gini."

SAMUDERA Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang