[ BEBERAPA CHAPTER DI PRIVATE, FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA ]
- Kembalinya pertemuan menyebabkan luka -
Ini tentang Shaquille Samudera Manggala. Ketua Geng motor D'Handzels. Ia mempunyai sahabat yang bernama Caramel Aqiella Jasmine.
Berawal dari ke...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Nafsu banget maki Samuderaaku liatin dari part-part sebelumnya peps😭 oke gak apa-apa aku tau kalian kesel sama aku juga💔
Sebelum hujat vote dulu yaa! Kalau belum vote jangan masuk kawasan D'Handzels⚠️
Tandai typo dan kesalahan kata lainnya💅
Semoga suka sama part ini💜
– Happy Reading –
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
32. Ternyata Dia Masih Peduli.
JASMIN lupa terakhir kali ia makan, seingatnya sepulang dari bandara, Mommy-nya mengajak makan malam bersama tetapi ia hiraukan dan langsung masuk ke dalam kamarnya. Yang dilakukan didalam kamar adalah belajar walapun pikirannya tidak fokus apa yang ia pelajari tetapi tidak bisa yang membuat dirinya kesal dan berakhir duduk di balkon sambil menatap bintang.
Dalam hati gadis itu berharap semua yang ada di hatinya, keresahan, ketidaktenangan itu menghilang. Sungguh, Jasmin tidak ingin seperti ini. Saking lamanya ia merenung tidak terasa gadis itu baru masuk kembali kedalam kamarnya tengah malam dalam keadaan hidung merah karena sedari tadi bersin-bersin. Lagi, lagi Jasmin menghiraukan semua itu dan memaksakan tidur yang berakhir seperti sekarang ini.
Jasmin jatuh sakit. Demamnya tinggi pagi ini.
Beberapa kali mengeluh karena panas dan dingin yang menerpa tubuhnya. Lidahnya pahit, tidak nafsu makan, dan tubuhnya terasa lemas sekali. Jasmin menoleh ke kiri yang terdapat jam weker pink miliknya.
06.30 AM.
Sudah pagi, ingin rasanya pergi ke sekolah tetapi Mommy, dan Abangnya melarang itu semua. Gadis itu menghela napas panjang sambil menyenderkan punggungnya kepada kepala kasur dan memeluk selimut pink-nya erat. Andai dirinya tidak berdiam diri semalam di balkon dan berakhir jatuh sakit seperti sekarang ini.
Gadis itu memijat keningnya pelan. Memikirkan penyesalannya membuat kepalanya merasa sedikit pusing. Matanya beralih menatap ponsel yang bergetar menandakan panggilan masuk.