BAB 65 - TIDAK MAU KEHILANGAN (NYA)

32.1K 2.8K 1.1K
                                        

🎶 Terlalu Cinta — Rossa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🎶 Terlalu Cinta — Rossa.

Hayii kembali lagi setelah targetnya tercapai♡ awali dengan baca dengan vote dan komen sebanyak-banyaknya yaa, terimakasyii <3

🚫TAG JIKA ADA TYPO GA SEMPET BACA ULANG

Semoga suka sama part ini💜

– Happy Reading –

Kehilangan adalah kesiapan yang terjadi di dalam diri masing-masing. Bukan tanpa alasan, tetapi setiap kehilangan menimbulkan luka yang begitu dalam. — Shaquille Samudera Manggala.

65. Tidak Mau Kehilangan (Nya).

DUA HARI yang lalu, Jasmin ingat, dirinya dan Samudera pergi memeriksa kesehatannya. Jasmin senang ketika Dokter Adya menjelaskan bahwa jantungnya sudah semakin membaik. Itu jelas kabar baik untuknya, tidak ada yang lebih bahagia ketika Jasmin mendegarkan itu semua. Setelah ia pergi check up, Jasmin bersemangat ber-cerita tentang kesehatannya kepada Daddynya. Jasmin menganggap itu semua sebagai hari tersenangnya. Tidak ada hari yang lebih baik kecuali hari itu.

Tentang Samudera dan Benua, tentang kesehatannya, dan tentang kabar bahwa Daddy-nya dalam waktu cepat agar kembali ke indonesia.

Tetapi, Jasmin teringat kembali. Akhir-akhir ini jantung yang Dokter Adya jelaskan padanya semakin membaik mengapa justru sebaliknya? Dirinya sering mengalami kejang sesaat pada jantungnya. Tak juga ia hampir kehilangan kesadarannya, hampir. Jasmin rutin meminum semua obat yang ia konsumsi sesuai anjuran Dokter Adya. Ditambah, vitamin.

Jasmin jelas sekali tidak mau berbicara kepada Abangnya. Jasmin merasa ia sanggup melewatinya, toh ia juga pernah merasakan lebih sakit lagi daripada ini.

Seperti sekarang, Jasmin menekan kuat jantungnya yang terasa sesak dan sakit. Sungguh, jantungnya seperti diremas kuat sehingga Jasmin tidak bisa merasakan apa-apa lagi kecuali rasa sakit yang ia alami.

Tangannya yang kosong memegang dinding yang berada di sampingnya, kertas-kertas yang ia pegang jatuh. Jasmin menghiraukan semua itu, karena ada rasa sakit yang berlebihan pada jantungnya kali ini.

"Mel?" Nathan memanggil namanya dengan khawatir. Sudah dua kali Nathan melihatnya seperti ini. Pertama, di tribun basket, dan kedua, seperti sekarang.

Nathan membungkuk menyamakan tingginya dengan dirinya. Tangannya memegang bahu Jasmin yang rapuh itu. Nathan dapat melihat guratan kesakitan dari wajah Jasmin.

"Gue anter—"

Jasmin memegang lengan Nathan, seolah itu yang menjadi penopangnya. "Nath, bisa bawa gue ke tempat lain? Selain UKS, apapun itu bawa gue kesana," pinta Jasmin.

SAMUDERA Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang