Berhenti taman belakang dekat dengan gedung kelas 3 alias tujuan utama Adin tadi.
"Sama-sama" Kata Husein tiba-tiba.
Adin semakin kebingungan dengan tingkah Husein. Husein segera melangkahkan kaki nya untuk pergi.
"Bentar!" Ujar Adin yang membuat langkah Husein terhenti.
Husein menoleh ke arah nya dengan wajah datar, Adin masih saja memasang wajah kebingungan dan menatap Husein.
"Maksud lo apa tadi?" Tanya Adin.
Wajah Husein tidak berekspresi sama sekali, "Bantuin lo." Jawab Husein dengan singkat.
"Gue gak ngerasa perlu dibantu" Ucap Adin dengan menatap Husein.
Jarak kedua lumayan jauh sekitar 3 meter an, "Ngerugiin lo?" Husein yang kembali menanyai Adin.
Adin menjawabnya dengan menggelengkan kepala.
Setelah melihat jawaban Adin, Husein hanya mengangkat kedua bahu nya dan tetap tidak berekspresi lalu pergi meninggalkan Adin yang masih saja terdiam.
"Yakin banget sih gue kalo dia lagi ketempelan malaikat. Kan tuh orang titisan elsa frozen, dingin bener kek salju" Gumam Adin yang terheran-heran.
Duduk dibangku taman dengan ekspresi terheran-heran. Hunna menghampiri nya dan duduk di tepat di sebelahnya sambil membawa 2 snack di tangan nya,mulut nya tak berhenti mengunyah dan tatapan nya tak berhenti menatap Adin.
Tangan Adin pun beraksi merampas snack Hunna dan wajah nya masih saja melamun,
"Lo kenapasi ?!" Tanya Hunna sambil mengunyah
"Abang lo ketempelan kek nya. Gak biasanya dia kek gitu, apa karena tonjokan gue terlalu kenceng kali ya?" Jelas Adin yang membuat Hunna tertawa kencang.
Hunna mengusap mulutnya yang kotor lalu menghadap ke arah Adin, "Kek nya abang gue suka sama lo" Kata Hunna sedikit lirih.
Mata Adin terbuka lebar dan segera memukul kepala Hunna dengan kencang, "Gila ni bocah" Kata Adin lalu pergi meninggalkan Hunna yang sedang mengusap kepala nya.
Kaki nya melangkah dengan pelan sambil menikmati snack yang ia rampas dari Hunna, melihati sekeliling koridor yang dilewatinya. Melewati lapangan basket yang tentunya sedang beraktifitas. Hunna berlari menghampiri Adin yang berdiri di depan lapangan basket. Nafasnya tersengal-sengal,
"Temenin gue ke Jedden yuk" Ajak Hunna.
Adin menatapnya dengan sinis, "Dih ogah bener jadi nyamuk" Jawab Adin dengan cepat.
"Tega lo gue jadi cewe sendiri disana?" Rayu Hunna dengan tatapan manja nya.
Adin membuang nafas dengan kasar dan mengiyakan ajakan Hunna untuk pergi menghampiri Jedden di lapangan basket.
Terlihat Jedden sedang beristirahat di pinggir lapangan dan langsung tersenyum saat melihat kehadiran Hunna. Adin memutar kedua bola matanya saat melihat ke uwuan di depan nya. Fero dan Charris menertawakan ekspresi Adin yang terlihat sangat sirik.
"Makanya cari pacar, jangan berantem mulu!" Sahut Fero dengan tertawa pelan.
Mata Adin menatapnya dengan tajam, Charris berkali-kali menyenggol lengan Fero untuk berhenti tertawa. Hyrtha datang dengan berkeringat,
"Sama gue aja mau gak? Ntar lu jadi nyonya Fotoru" Sahut Hyrtha dengan nafas tersengal-sengal.
Adin tersenyum tipis, "Duel sama gue dulu aja gimana?" Jawab Adin yang sukses membuat senyum Hyrtha menjadi wajah ketakutan.

KAMU SEDANG MEMBACA
SENIOR ; HAECHAN LEE
Fanfiction"Sejauh dan seberapa lama pun kita pisah, gue bakal tetep cari lo" - Husein Ralendra . . . by DIXLEOH'January 2021