"Penggunaan koin. Saat ini kalian bisa menggunakan koin untuk menambah level statistik kalian. Kalian bisa melihat jendela informasi kalian sendiri."
3 wanita bernama, Han Yujeong, Yoo Hana, dan Lee Nara mengangguk.
"Bagaimana dengan kakek Kim?"
"Ya-yaa aku bisa melihatnya."
"Nah dengan koin kalian bisa meningkatkan statistik kekuatan kecepatan kekuatan sihir dan lainnya. 400 koin untuk menaikkan 1 level."
"4-400 koin? Lalu bagaimana dengan biaya 100 koin setiap malam itu?!"
"Itu sebabnya kalian perlu mengumpulkan koin. Ada banyak cara, mulai dari membuat para rasi yang menonton senang dan mendapat sponsor koin, mengerjakan skenario dan sub-skenario, kalau beruntung kalian bisa menemukan skenario tersembunyi juga. Lalu kalian bisa juga meminta dari sponsor yang kalian pilih diawal."
"Sponsor..."
[Rasi 'Panyair Mimpi' senang atas kebaikan anda]
[100 koin telah disponsori]
(Name) tersenyum internal melihat notifikasi itu. Sebenarnya masih ada lagi. Namun (Name) terlalu malas untuk melihatnya.
"Ya, kalau kalian memilih sponsor yang bagus dan baik, bisa saja mereka membelikan kalian sebuah item atau koin sebagai balasan telah menyebar cerita tentang mereka"
"Maksud mu?"
"Pikirkan sendiri."
"Uhh..."
"Nah tadi aku sudah menceritakan setidaknya kondisi jelas korea sekarang. aku perlu bergegas ke Chungmuro. Ini koin yang kudapat dari teman-teman kalian."
"Teman-teman?"
(Name) mengabaikan pertanyaan Yujeong, lalu menstransfer masing-masing dari 3 wanita itu 700 koin lalu meninggalkan biskuit untuk mereka.
"Tu-tunggu! Apa kau benar-benar akan meninggalkan kami seperti ini?! Bagaimana kalau ada monster atau orang lain yang menyerang kami??" Lee Nara berbicara.
'Ck'
(Name) menghela nafas. "Kalian perlu berdiri sendiri. Kalau tidak mau mati ya bertarung. Tidak ada bedanya wanita, pria, orang tua dan anak-anak sekarang. kalian bisa jadi kuat dengan menambah level statistik kalian. Ini akan menjadi kebaikan terakhirku pada kalian."
(Name) meletakkan Magic Power Stove ditangan Yujeong.
'Aku menggunakan 200 koin untuk mencari itu... sudahlah.'
"Itu bisa kalian pakai untuk memanggang daging monster. Gunakan sebaik-baik mungkin dan ingat, hanya enam dari kalian yang tersisa disini. Kalian harus saling jaga, ok?"
Keempat orang itu saling pandang lalu mengangguk.
Si kakek maju mendekati (Name) lalu membungkuk
"Terima kasih telah membantu kami sejauh ini."
Ke 3 wanita lain langsung buru-buru mengikuti si kakek.
"Terima kasih telah membantu kami!" Ujar mereka bersamaan.
(Name) mengangguk lalu menyandang tas-nya.
"Kuharap dimasa depan kita tidak bertemu lagi."
"Uwaah... kejam sekali..."
"Haissh, kau harusnya sennag setidaknya dia banyak membantu kita."
Semuanya mengangguk.
"... tunggu? Enam?? Bukankah hanya ada lima dari kita disini??"
KAMU SEDANG MEMBACA
Happy End (Omniscient Reader's Viewpoint Fanfic X Reader)
FanfictionOmniscient reader viewpoint x readers -maybe dokjaxreader ;3 Ini bukan cerita khusus... Ini hanya cerita tentang seseorang yang terjebak dalam novel yang baru selesai dibacanya... "Nuna yang baik hati, sebenarnya kau siapa?" "...Aku hanya orang yang...
