Chapter 54: Forget

5.1K 1.1K 118
                                        


"(Name), menurutmu aku sepuluh tahun kedepan bakal keliatan kayak gimana ya?"

Entah kenapa, pertanyaan Rinrin seminggu sebelum aku menamatkan ORV kembali terngiang dikepalaku.

Saat kukira aku sudah terbangun dari mimpi, nyatanya aku hanya terbangun dalam mimpi lain.

Perasaan aneh seperti seluruh tubuhmu kecuali bagian atas kepalamu ditenggelamkan dalam lumpur terasa oleh ku.

Hanya kepalaku dan mataku yang bisa berguna sekarang. Menonton dua orang yang duduk bersebelahan dengan canggung.

Satu wanita dewasa dan satu anak laki-laki.

Wajah mereka terasa akrab, tapi siapa?

Sesaat setelah kukira aku berada dibalik dinding keempat, dua pasang mata melihat kearah ku seakan berhasil menembus dinding keempat.

"*****"

Huh? Apa yang baru kau katakan??

***

[Nona. Ini saatnya bangun.]

Suara Sistem berhasil membuatku terbangun.

"Ugh..." Aku memegangi kepalaku yang seperti terisi air. Sepertinya tadi malam aku memimpikan sesuatu, tapi apa ya?

Tap tap tap

Suara langkah kaki terdengar. Aku reflek menoleh pada suara itu dan menemukan Shin Yoosung berlari dengan riang sambil melambaikan tangannya. Dibelakangnya ada Gilyoung ikut mengikuti lalu anggota kelompok Kim Dokja yang lain.

Aku berdiri dan membalas lambaian Shin Yoosung.

Butuh 10 menit untuk membuat Jung Heewon dan Shin Yoosung diam setelah menceramahi ku soal tidur tanpa penghangat.

Ya, aku masih belum mendapat kembali jubahku. Sepertinya aku harus membeli sesuatu dari tas Dokkaebi.

***

Dibutuh waktu lebih dari 10 menit hingga kelompok itu menyadari bahwa (Name) sudah menghilang dari sisi mereka.

Kim Dokja tampak terlihat mencari-cari diantara kumpulan manusia, begitu juga inkarnasi kecilnya. Kebetulan mereka mencari orang yang sama dan bekerja sama untuk mencarinya. Tapi nihil hasilnya.

"Aku tak menemukan unni dimana pun..." Yoosung menghela nafas lesu, "bagaimana dengan ahjusshi?"

Kim Dokja menggeleng. Mungkin dia sedang mengerjakan skenario tersembunyi, batinnya lalu kembali fokus pada layar skenario utama yang dipenuhi tanda tanya. Hanya beberapa orang saja yang bisa mengerjakan skenario satu ini.

Dia ingin merutuki si raja indenpenden itu. Sementara Kim Dokja sibuk mengurus para 'anjing yang menggonggong' pasti saat ini (Name) tengah mengumpulkan koin gila-gilaan.

Jika (Name) ada disana dia akan memukul belakang kepala Kim Dokja karena asal menuduhnya. Faktanya gadis itu tengah menghamburkan koinnya gila-gilaan karena perlu membayar beberapa hal soal kontraknya dengan star stream.

Ditambah ia juga perlu membeli jubah baru untuk dirinya sendiri. Tak salah kata Jung Heewon. Pakaiannya cukup terbuka. Beruntung (Name) memiliki skill penghangat yang membuatnya tak perlu khawatir dengan udara dingin.

Dan dia baru saja membeli jubah baru dari Arachne yang sudah semakin populer dan kaya raya.

Ya, terima kasih pada (Name) yang berhasil mengiklankan karyanya. Dia berhasil mendapat potongan harga untuk jubah barunya.

Happy End (Omniscient Reader's Viewpoint Fanfic X Reader)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang