Alloowwwww
Isa kembali yuhuuu
semoga kalian suka chapter kali ini~
Happy reading guyss
.
.
.
Setelah kematian Kim Dokja, setelah skenario ke sepuluh terselesaikan dan Seoul Dome dibebaskan.
Sorak riang kebebasan. Gemuruh kebahagian menguasai setiap sudut kota Seoul yang sudah hancur. Orang-orang memiliki ekspresi gembira di wajah mereka. Tragedi lain mungkin akan dimulai, tetapi untuk sekarang mereka akan menikmati kebebasan meski hanya sementara. Namun, tidak semua orang berbagi sentimen itu.
"... Apa yang terjadi dengan Dokja ahjussi?"
Kelompok Kim Dokja yang telah melarikan diri dari Dark Castle. Jung Heewon, Lee Hyunsung, Lee Jihye, Gong Pildu, Lee Gilyoung, Shin Yoosung, Han Sooyoung ... Mereka semua berkumpul di satu tempat. Mereka adalah yang selamat berkat pengorbanan Kim Dokja, atau mereka yang selamat berkat mengorbankan Kim Dokja ...
"Apa sungguh tidak ada yang tahu? Sial nuuna- jika nuuna disini ...! Master! Master kau pasti tahu sesuatu!"
Jihye berlari pada masternya dengan penuh harapan.
Bukan hanya Lee Jihye, mereka yang tengah kalut dalam kebingungan dan rasa kehilangan secara insting langsung menemukan seseorang untuk menjelaskan semuanya pada mereka.
Namun, satu-satunya orang yang bisa menjawab justru tetap diam. Yoo Jonghyuk sedang menatap Dark Castle yang runtuh dengan mulut tertutup.
Dark Castle runtuh, seperti sejarah menghilang. Reinheit, dewa luar, (Name) (Surname), Kim Dokja, mereka ada disana, mereka meninggal di sana.
Yoo Jonghyuk terus menatap tempat itu sambil mengkonfirmasi fakta itu berulang-ulang.
Sang penjelajah Skenario yang diagung-agungkan oleh para bokaebi pada akhirnya mati, bahkan seorang Kim Dokja juga sudah mati. Bagaimana hal seperti itu bisa terjadi? Yoo Jonghyuk tidak terbiasa dengan rasa ketidaktahuannya.
"Yoo Jonghyuk-ssi! Tolong jangan diam saja dan katakan sesuatu!"
"Yoo Jonghyuk-ssi!"
"Master!"
Semua orang menatapnya. Mereka ingin dia mengatakan bahwa itu belum terlambat. Tetap saja, Yoo Jonghyuk tidak bisa memberikan jawaban untuk wajah-wajah ini.
"Aku juga tidak tahu."
Dia menghancurkan harapan terakhir mereka yang tersisa. Sayangnya, ini adalah peran yang tersisa untuk Yoo Jonghyuk.
"Aku tidak tahu apa yang terjadi pada Kim Dokja."
Bahkan, dia bisa memberi tahu mereka lebih banyak. Pembuangan dari skenario. Dia bisa membagikan informasi yang dia tahu. Atau mungkin dia bisa bersaksi tentang harapan lemah yang mungkin dia miliki.
Namun, Yoo Jonghyuk tidak melakukannya. Dia tahu bahwa membicarakannya hanya akan memperjelas bahwa ...
'Kim Dokja sudah mati. Kau tidak bisa melakukan apa pun untuk Kim Dokja.'
Terkadang sesuatu dapat tersampaikan tanpa harus dibicarakan. Beberapa orang menerima keheningan Yoo Jonghyuk sementara yang lain menolaknya. Namun demikian, semua orang mengerti arti keheningan Yoo Jonghyuk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Happy End (Omniscient Reader's Viewpoint Fanfic X Reader)
Fiksi PenggemarOmniscient reader viewpoint x readers -maybe dokjaxreader ;3 Ini bukan cerita khusus... Ini hanya cerita tentang seseorang yang terjebak dalam novel yang baru selesai dibacanya... "Nuna yang baik hati, sebenarnya kau siapa?" "...Aku hanya orang yang...
